Jumat, 25 Desember 2009

Rihlah ila SURABAYA-MADURA (day 1)



Lost in Soerabaja...

Oi....ini dimana ya? tanya saya agak panik. Kepanikan saya cukup beralasan kali ini. Bagaimana tidak...Jalan-jalan 3 sahabat ini berjalan mengalir tanpa rencana. Pengen ke Surabaya tapi buta arah cuman berbekal peta Surabaya sama laptop berharap semuanya lancar..haha..

Setelah 6 jam berada dalam bis ekonomi berAC PO Mira Klaten-Surabaya, subuh2 kami diturunkan di suatu terminal bis yang kami sendiri pun gak tahu namanya. Berhubung kondektur bisnya sudah memberikan ultimatum bahwa itu adalah pemberhentian terakhir di Surabaya sebelum ke Purbolinggo, kami pun buru2 turun.

Terminal Purbaya. ya..nama itu baru kami ketahui setelah tanya ibu2 warung..berbekal prinsip "banyak bertanya biar gak salah arah" kami memberanikan diri untuk naik angkot ke arah Jl Adityawarman...satu2nya tempat XXI yang saya ketahui dari googling di hp.

ternyata angkot yang kami tumpangi cuman turun dekat Kebun Binatang Surabaya.. (banyak bertanya malah semakin salah arah ternyata...) kami pun berjalan kaki sambil tetap saling bercanda mengingat persuaan kami yang jarang terjadi.




1. Kebun Binatang Surabaya

Pukul 06.00 pagi yang masih sepi, tibalah kami di depan Gerbang Kebun Binatang Surabaya (dikenal juga dengan Wonokromo). di situ terdapat patung ikan Sura dan Buaya bertarung yang menjadi ikon kota Surabaya..(hm..menurut pendapat saya pribadi, patung itu lebih menarik dari Merlion di Singapura :)...dibantu mas2 yang baik (maaf lupa namanya) pose narsis pun dilakukan. darinya info2 tentang tempat wisata Surabaya juga kami peroleh.



Oke...saya udah capek dan lapar. Maka diputuskanlah mencari penginapan dekat situ. Berhubung check in baru diperbolehkan pukul satu siang, maka kami menitipkan ransel kami dan lansung ngacir ke warung terdekat mengingat cacing2 di perut yang sudah bergerak dengan hebohnya.

Soto Lamongan (kali ini bener2 asli di Jawa Timur) yang kami temui langsung tandas. Rasanya hm.. Yummy...(Farah Quinn banget^^) dengan koya yang gurih dijamin bikin mata terbelalak ala Luna Maya di iklan sarimi soto koya..hehe (Jadi inget juga pada adegan Eliana pesen Soto Lamongan pada Azzam di KCB)




Setelah membayar karcis masuk Rp.10.000,- kami pun masuk di kebun binatang yang kabarnya pernah menjadi kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara. berbagai satwa langka yang terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, dan Pisces bisa kita lihat. melihat animo pengunjung yang tinggi, Kebun binatang yang dibangun di zaman Belanda pada tahun 1916 ini rasanya bukan sekedar tempat berekreasi lagi, tapi telah berubah fungsi menjadi sarana pendidikan, perlindungan dan pelestarian.. Salah satu contohnya terlihat dari riuhnya anak2 SD yang sedang study tour bersama guru mereka.

Suasana yang rindang dan kebersihan yang cukup terjaga dengan berbagai pepohonan memberi kenyamanan tersendiri bagi pengunjungnya. Khusus untuk Aquarium dan Nocturama (semacam ruangan tempat kotak2 kaca khusus bagi binatang2 malam seperti kelelawar atau kalong), kita harus membayar tiket tambahan sebesar Rp.3.000,-





1. Beruang Madu. 2. Rindangnya pepohonan

3. Kerangka Jerapah 4. Feeding the deer

5. reptile room 6. Aquarium

7. Arapaima gigas ikan air tawar tebesar di dunia (2-3m) 8. Afif dan unta, Mirip?

2. Masjid Al Akbar Surabaya


Tak terasa sudah pukul 10 pagi, kami pun balik ke penginapan untuk mandi (masih belum bisa Check in) Mengingat waktu sholat Jumat sudah dekat, jalan cepat buru-buru nyari angkot D10 ke Masjid Al Akbar dilakukan.

Setengah jam berada dalam angkot (yang jalannya mampu disalib sama sepeda roda tiga anak balita) bersama ibu2 yang sedang curhat tentang utang piutang cukup membuat saya tersenyum simpul sendiri, mengingat dialek dan kosa kata Bahasa Jawa mereka cukup berbeda dengan kami yang "beraliran Solo Jogja"



Akhirnya Masjid Al Akbar Surabaya sudah di depan mata..terletak di Jl Gayung sari, merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Istiqlal, berdiri di atas tanah seluas 11,2 hektar dengan luas bangunan 28.509 m dan diresmikan pada 10 November 2000 oleh Gus Dur setelah pada 4 Agustus 1995 terjadi peletakan batu pertama oleh Try Sutrisno.

Hati saya sedikit terharu --bombai banget...:)-- mengingat pada April 2009, dalam perjalanan pulang naik pesawat ke Jogja, cuaca buruk terjadi dan pesawat terpaksa landing ke Bandara Juanda Surabaya. Pada waktu landing itulah dari ketinggian udara, saya melihat Masjid Al Akbar dengan warna biru Tosca megah dan mampu membuat saya berbisik... Subhanallah. Dan saya berjanji suatu saat harus Sholat di sana...Pada tanggal 25 Desember 2009, Alhamdulillah impian saya tercapai.




Hujan yang deras membuat kami bertiga tertahan agak lama di sana. Cukup untuk mengikuti tanya jawab Islam dengan Ustadz yang uniknya memakai layar proyektor di beberapa tempat



Beberapa keunikan Masjid Al Akbar Surabaya:

1). Memiliki Mihrab masjid terbesar di Indonesia.



2). Pintu Masuk yang besar dan indah



3). Kubah indah berbentuk setengah telur dengan 1,5 layer dan tinggi sekitar 27 m. untuk materialnya sama dengan Masjid Raya Selangor di Malaysia sedang bahan marmernya sendiri didatangkan dari Lampung (propinsi yang familiar banget). Salah satu tiangnya memiliki tinggi 99 meter.



Saking indahnya masjid ini, di tempat wudlu pun kami berfoto..hihi



3. XXI di Surabaya Town Square

Malamnya dengan naik taksi (setelah dihitung2 sama aja dengan naik angkot), Saya yang memang ngebet nonton Film Avatar 3D, mampu memaksa yang lain untuk nonton juga. Konsep dari Sutos sendiri memeng agak mirip dengan Citos di Jakarta. Ada sebagian tempat yang outdoor.



Lampu lampu cantik dan dekorasi pohon2 cemara menyemarakkan Sutos yang memang bertepatan dengan perayaan hari besar bagi umat Kristen hari itu.





Pulang ke penginapan kami lakukan dengan jalan kaki sejauh 1,5 km sekalian melihat2 suasana kota di malam hari..taman2 yang cantik dengan patung atau air mancur dterangi lampu berwarna menjadi pemandangan yang menarik. Bahkan saya menemukan Toko buku favorit saya dalam perjalanan tersebut... Togamas...toko buku discount yang saya kira hanya ada di Jogja.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar