Kamis, 24 Februari 2011

Putrajaya : Hari Raya Aidil Adha


Masjid Putra

الله أكبر الله أكبر الله أكبر
لا إله إلا الله
الله أكبر الله أكبر
ولله الحمد


Warna Warni Koko Melayu


Perdana Putra





Pegawai Kementerian Kewangan :P





Rabu, 23 Februari 2011

Dataran Merdeka





















muzium tekstil




perpustakaan kuala lumpur

Kamis, 10 Februari 2011

Masjid Jame' : Still third day at "Siti Nurhaliza's Land"


Setelah puas menjelajahi dan memanjakan mata dengan warna warni daerah pecinan di Kuala Lumpur, waktu menunjukan siang menjelang sore. Ke mana lagi ya, kaki ingin melangkah? setelah mencari info via peta gratisan dan gps di E72, hati pun tergerak untuk mencari masjid jame' yang unik dan terletak di antara Little India dan Chinatown. Untuk kesananya pun tinggal merogoh beberapa sen Ringgit untuk ditukar dengan tiket Kereta Monorail. Ya..akomodasi massa andalan negeri jiran ini memang bisa dibanggakan penduduknya, cepat, gampang dimengerti dan murah meriah..

Silahkan berhenti di LRT masjid Jame' Station.. Anda tidak akan keliru karena layaknya busway di Jakarta, setiap station akan diberi pengumuman lewat speaker.

dari Masjid Jame' Station, anda tinggal ngesot dikit....nyampe deh. bahkan lompat pun bisa saking dekatnya ^^




Suasana sore di Masjid ini sangat teduh.. pas banget dengan kondisi tubuh yang cuapek plus kaki yang berasa dirantai dengan bola besi setelah seharian jalan *biarhemat *alesanklasik..hihi


terlihat beberapa bule yang asyik mengabadikan sore di masjid bergaya aksitetur Moor ini.. Uniknya mereka pun sangat menghormati keberadaan masjid yang terlihat dengan cara si bulewati memakai pakaian tertutup dan berkerudung walaupun seadanya


Via google didapat informasi bahwa Masjid ini dibuka pada tahun 1909 setelah dua tahun dibangun dan menjadi Masjid Nasional Malaysia sebelum Masjid Negara dibuka pada tahun 1965. Bangunan cantik ini dibangun berdasarkan arahan arsitek Arthur Bennison Hubback.. Sayangnya masjid yang terletak di antara sungai Klang dan Gombak ini agak terganggu dengan pemandangan Gedung gedung di sekitarnya.. istilahnya seperti tidak matching gitu..


yang pasti dengan suasana sore yang teduh di masjid ini, Sholat Ashar dapat terasa lebih khusyu'..terlupakanlah rasa pegal di kaki.. dan tubuh terasa segar kembali dan siap menjelajah bagian lain kota ini............ Allohu Akbar

Minggu, 06 Februari 2011

The Historical Centre of Chinatown


petaling street


Hari ketiga kemana ya? hmm.. sepertinya menarik nih kalo memanjakan mata mengitari daerah chinatown di Kuala Lumpur. Berbekal peta Earth Guide --peta gratisan dari central market-- dan sedikit kenekadan jadilah kaki ini melangkah menyusuri daerah pecinan. Cukup naik bas --bis maksudnya-- dengan tiket seharga RM 2,5 dari daerah Perumahan Sri Kembangan Selangor ke Petaling Street, langsung sampai di tujuan setelah sejam lebih dalam perjalanan.

1. Jalan Petaling.

Ya, inilah jalan terpopuler bagi turis untuk berburu souvenir...di berbagai panduan travel, pasti ada. Tempatnya sih rame seperti pasar, mungkin kalau di Jogja semacam Jalan Malioboro. Hati-hati terhadap copet.

Untuk anda yang mau berbelanja, alangkah baiknya menawar lebih dahulu. Dari segi varian souvenir, memang lebih murah dan dapat ditawar sih, tetapi kalau anda mencari yang lebih halus buatannya dan lebih berkelas, mending di Central Market walaupun harganya pas. Yang pasti saya dapet Syal Kafiyeh Abu2 yang telah lama saya cari seharga RM 10 setelah ditawar, FYI : di Genting RM 30 dan di Ambarukmo Plaza Rp.98.ooo,- hehehe..


Sri Maha Mariamman Temple

2. Sri Maha Mariamman Temple

Kuil Hindu ini didirikan tahun 1873 dan dibuka untuk umum tahun 1920an.. Yang bikin eyecatching adalah gerbangnya setinggi 23 meter yang berbentuk piramid dan dihiasi relief dewa dewi Hindu yang dibuat oleh artis dari India Selatan


Mejeng di Guan Di Temple
3. Guan Di Temple

Mencari kuil dengan fitur2 arsitektur China jempolan? bisa ditemukan di Guan Di Temple. Salah satu kuil Tertua yang dibangun 1888 ini memang indah banget. dibangun untuk beribadah kepada The God of War, yang dahulu merupakan pejuang besar China yang dikenal sebagai Guan Di, Guan Yu atau Jenderal Kwan. Meminta perlindungan dan permohonan biasanya dilakukan di kuil ini.. Selain God of War, disini terdapat Guan Yin (Goddess of Mercy), Choy Sun (God of Prosperity) dan Wen Chong (God of Education and Learning)

one of Petaling Shopohouses


Shophouses after the rain


Sze Ya Temple yang nyempil

4.Sze Ya Temple

Kuil ini nyempil di antara bangunan di kanan kirinya.. dibangun th 1864 oleh salah satu pendiri Kuala Lumpur Yap Ah Loy. kenapa nyempil? karena dibangun sesuai dengan Feng Shui. Merupakan Kuil Taoist yang tertua di Kuala Lumpur yang didedikasikan untuk Sin Sze Ya dan Si Sze Ya...Keduanya merupakan utusan yang memandu pendiri KL ke kemenangan pada perang sipil Selangor.

Btw, sampai sekarang para pekerja di sekeliling temple tidak pernah duduk dengan punggung membelakangi temple karena mereka mencegah terjadinya feng shui yang jelek.



Dutch Patrician Style-1920 at petaling


Pajak Gadai?


Chan See Shue Yuen
5. Chan See Shue Yuen

Sebuah bangunan clan house yang unik dengan warna hijau mendominasi dengan roof of Kwang Tung Pottery Style. Terdapat semacam relief yang memggambarkan mitologi dan sejarah Cina


kecapekan di Guan Yin Temple

6. Guan Yin Temple

Kuil di ujung daerah chinatown deket salah satu halte monorail ini didedikasikan untuk Dewa Rahmat Guan Yin.. Bangunannya sendiri didesain dengan campuran arsitektur antara Chinese dan European Baroque. Terdapat 3 patung: The Lord Buddha di tengah, di kanannya Guan Yin Laut Selatan dan di kirinya Qian Shou Guan Yin--Dewa Rahmat bertangan Seribu--