Jumat, 14 Mei 2010

SINGAPORE: Finding Passpor



PASPOR...hm...mulai dari mana nih nyari?

Hasil browsing di internet, akhirnya kita tahu klo buat paspor itu di kantor imigrasi..(haha betapa dodolnya temen saya yang bersikeras klo buat travel itu di bandara..hihi)

Setelah berhasil mencuri waktu di kantor dengan susah payah, dengan langkah tegap dan percaya diri tinggi, akhirnya kami berdua memasuki kantor imigrasi Bandar Lampung. Ketika sadar bahwa dibutuhkan Ijazah SMA plus Akte Lahir selain KTP dan KK (Kartu Keluarga ya..bukan Kawin Kontrak ^^V) langsung kami mengutuki diri sendiri yang cuman bawa tubuh sama duit doang.

Yaa rencananya kami memang ingin cari cara paling tepat buat dapetin benda persegi 4 itu alias cari calo hihi ..Tapi rencana itu gagal karena kami sadar bahwa itu bukan perbuatan terpuji (oke..itu bohong, yang benar kami gak nemu satu calo pun atau Tuhan tidak berkenan mengizinkan hamba Nya yang lugu2 plus manis ini rusak...:D )

Beberapa hari kemudian kami balik lagi ke kantor imigrasi lagi2 mencuri waktu, untungnya izin by white lie..hihi) dengan syarat lengkap. Oh...ada kejadian lucu nih..Tiba2 ada seorang ibu2 datang pake mobil Li**na yang kami sangat kenal karena sering lihat di kantor kami, masuk ke kantor imigrasi juga. Gak tahu kenapa teman saya langsung ngumpet di gudang belakang ..wakakak (berjam2 pula). Tinggal saya sendirian yang bengong dan berusaha memaklumi kalo hal itu berkaitan dengan curi2 waktu kami..

Hm...ternyata mudah lho...prosedur buat paspor itu, dua hari setelah nyerahin berkas persyaratan kami pas foto dan "scanning finger print"..Tujuh hari kemudian paspor jadi deh. Buku Hijau Keramat 48 halaman itu--FYI:klo yang 24 halaman itu paspor TKI/TKW-- kami terima dengan penuh suka cita.Tentunya sebelum diserahkan, kami diwawancarai oleh petugas seputar maksud dan tujuan bikin paspor kami. (hehe..Maaf pak atas pengakuan saya sebagai calon mahasiswa NTU).

Yah proses wajarnya 10 hari. Lama? ya..mungkin sebaiknya Kantor Imigrasi buka jalur cepat tapi resmi. Jadi tinggal pilih deh. Tapi kok kami bayar Rp.300.000,- ya? padahal di peraturan jelas tercantum Rp.275.000. Hm..Tapi kami tetap senang dengan paspor di tangan sementara hari H tinggal beberapa puluh jam ke depan...Fiuh..*ngelap keringat mengingat perjuangan 4x bolak-balik luar kota.

Kamis, 13 Mei 2010

SINGAPORE: the beginning




Ke luar negeri? bagi saya adalah suatu impian besar..mengingat kocek yang terbatas plus status abdi negara yang melekat di diri, rasanya tak mungkin.. Tapi keinginan yang besar pastilah ada jalan. Berawal dari obrolan ringan dan candaan antar teman sekantor..akhirnya terjadi kesepakatan.. hahai...impian itu bakal terkabul sodara..

Rencana itu akan terealisasi oleh saya dan dua teman yang kebetulan bernama sama..Indra. Tetapi karena satu dan lain hal akhirnya trip impian ini hanya terlaksana oleh dua personel plus satu teman seinstansi yang kebetulan bekerja di Batam sebagai tempat transit kami.

Waktu pun disepakati pas awal Juli, timing yang pas mengingat adanya bonus insentif tahunan dari kantor..hmm..cuman sebulan persiapan? Rasanya mepet banget ya..Apalagi kami buta sama sekali tentang backpakeran apalagi lintas negara..hehe..Tapi tekad yang kuat dan dilandasi keinginan menggebu-gebu (plus nekad :> ) membuat kami tidak pantang menyerah..

Untuk lokasi? Pengennya sih di Perancis, negeri romantis atau Jepang yang Eksotis...Tetapi lagi2 dihadapkan pada kenyataan yang namanya Uang aka duit membuat Negeri Kecil bernama Singapore beruntung disinggahi oleh kami..:P


Ini adalah persiapan pergi ke Singapore ala kami:
1. Browsing...Everything about Negeri jiran tersebut
2.Bikin itianerary plus budget
3.Mencari tiket pp...yang paling ekonomis tentunya
4. Mencari tempat penginapan..minimal bisa tidur lelap
5. Packing, (include picking stuff for narcism)
6. Jalankan program

Sepertinya mudah ya...oke Ready for new adventure. Kami mulai melaksanakan persiapan dari nomor satu sampai no 4. Tapi ketika semuanya selesai, ada satu hal mendasar yang kami lupakan..Satu hal paling penting yang ketika tersadar membuat kami bagai terbego di dunia..Apa sih hal itu? PASPOR..

ya..benda yang terdiri dari 5 huruf itu belum kami punyai. Waduh!!..

Senin, 03 Mei 2010

Cinemags (adv)

why i love cinemags so much?

Pertama kali melihat cinemags adalah ketika saya masih kuliah tingkat pertama. Awalnya seorang teman membawanya ke dalam kelas dan meminjamkannya. Kesan pertama begitu menggoda..Ya... Awalnya tertarik karena mengulas Film Spiderman-2. Karakter film yang begitu saya sukai waktu itu. Selain itu artikel serta gambar mengenai seluk beluk film yang diulas secara menarik dan ringan dibaca ditambah dengan bonus exclusive yang terdapat di dalamnya membuat saya langsung jatuh cinta dan memutuskan untuk mulai membacanya secara teratur.

Bukan hal yang mudah untuk tetap terus mengikuti atau membeli cinemags secara rutin. Maklum, sebagai mahasiswa dan anak kost uang senilai harga jual majalah sangatlah berarti.
Dan demi Cinemags, saya bahkan rela nabung dari uang makan harian atau dengan kata lain menghemat uang saku kiriman orangtua. Tetapi semua itu terasa sepadan dengan kegembiraan ketika Cinemags berada di tangan.

Dari waktu ke waktu cinemags telah menemani. ketika hati sedang merasa jenuh dan bosan, Cinemags mampu memberi hiburan dan menyegarkan mata. Berita serta ulasannya pun mampu menjadi referensi jempolan ketika bingung dalam menentukan film pilihan yang akan ditonton di bioskop. Obrolan ringan sehari-hari dengan teman-teman pun makin berbobot karena pengetahuan seputar perfilman yang saya dapat dari cinemags.

Cinemags selalu memberikan bonus. Poster selalu ada pada setiap edisinya. Beberapa poster pilihan saya selalu terpajang di dinding kamar dan berganti seiring dengan waktu dan suasana hati. Bonus tambahan lain dipastikan ada. Entah itu pembatas buku, kartu film, atau bonus khusus yang sangat layak dikoleksi seperti One Ring dari edisi LOTR, Syal atau tongkat sihir dari edisi Harry Potter.

Penampilan serta kemasan Cinemags berkembang secara kreatif. Contohnya lihat saja pada edisi Mei 2010 dimana sampul dengan gambar dari Film Iron Man 2 terlihat atraktif dengan logo yang dicetak dengan tinta Glow in the dark, atau pada edisi ke-100 yang menyisipkan 100 most influential movies beyond times dalam bentuk majalah tersendiri

Saya sendiri pernah mencoba beralih dengan majalah sejenis di pasaran. Tetapi akhirnya tetap kembali ke Cinemags yang tetap terasa pas dengan seluruh komposisinya sebagai majalah Film terbaik di Indonesia.

Tidak terasa tujuh tahun berlalu...saya pun tidak perlu berhemat lagi untuk membelinya karena telah bekerja dan memperoleh penghasilan. Walaupun kini bekerja di kota kecil yang notabene tidak ada bioskop dan memperolehnya musti menempuh jarak 80 km ke ibukota, Cinemags tetap setia menemani. Satu hal yang pasti, perasaan gembira tetap tak berubah ketika baru memegang edisi terbarunya. I love Cinemags.

*postingan ini buat dikirim ke Cinemags..semoga dimuat :)