Rabu, 31 Oktober 2012

A very personal card from USA


Kartu pos kelima yang saya terima dari postcrossing ini personal banget deh. Selain cepet banget karena cuman 8 hari nyampe, gambarnya sesuai dengan profil saya. Profil saya memang berisi tentang kesukaan saya ngeteh anget-anget tiap hari. Tidak disangka tidak diduga, Cana yang keturunan Turki tapi tinggal di USA ini niat banget mencari dan mengirim kartu pos dengan gambar tiga gelas berlekuk berisikan teh hangat sedap mantap. Yang menarik, tiga gelas tersebut beralaskan coaster perak dan berbaki perak pula. Arabian banget ya?

Cana ini juga suka ngeteh lho.. Seperti kita, teh atau chai di sana plain tanpa susu. Terkadang ditambahi dengan potongan lemon atau jeruk..Slurppp..Duh jadi pengen ngeteh nih...


Selasa, 23 Oktober 2012

Received postcards on October 2012


Berikut ini saya tampilkan galeri kartu pos yang saya terima bulan Oktober 2012 dari Postcrossing. (Bayangkan.... bisa sampai juga ya di kota kecil pedalaman ujung Sumatera ini :) Takjub sayaaaa





 1. Arkansas, The natural State from Evelyn USA

Kartu pos ini terasa istimewa karena merupakan kartu pos postcrossing pertama yang saya terima. Berasal dari Arkansas United States of America, Si Evelyn ini mau pamer daerahnya yang memiliki udara yang bagus karena berada di ketinggian. Tepatnya di Petit Jean State Park. Rimbun sekali tampaknya yaa...

Btw, lihat deh perangko yang ditempel. Ada yang bertema pramuka, kerajinan kayu tradisional seperti suku Asmat, dan yang paling saya suka adalah gambar warbonet atau ikat kepala adat suku Indian. Pengen punya satu dan sepertinya mulai banyak dijual di olshop atau instagram. Ada yang mau beliin? :)








2. Icons of Russia, From Oksana Russia

Kartu yang ini sangat keren sekali dan memberi banyak informasi tentang Soviet Air Force. Dengan Pesawat tempur MIG-29, Russia mendunia. Bayangkan, pesawat canggih ini dapat menembakkan missil tanpa mengarahkan pesawat ke arah target. cukup si Pilot  memandang dan mengunci target dari helm canggihnya. Dan yang lebih asik lagi, kita bisa jalan-jalan sore selama 40 menit keliling kompleks perumahan calon mertua dari udara. Asal ada duit $15.000 aja di kantong :P . Dijamin camer bakal klepek-klepek..hehe

Selain informasi tentang MIG, Mbak Oksana Federova ini memberi detail penjelasan tentang kota Norilsk tempat dia tinggal. Selain sebagai salah satu pusat industri terbesar di Russia, kota ini termasuk satu dari lima kota di dunia yang terletak paling utara di bumi. Pada musim dingin, anda bisa berkesempatan untuk melihat bintang utara (Northern Light?) secara telanjang mata lho....





3. Motanka, From Katya Ukraine

Setelah bermaskulin ria dengan kartu gambar pesawat, marilah kita beralih ke kartu yang ketiga yang lebih feminin. Unyu-unyu sekali dengan tiga boneka tradisional Ukraina mejeng cantik. Kok agak mirip boneka dukun yaa...Di sana disebut dengan Motanka, simbol dari kebijaksanaan wanita.






4. Suatu Sore di Pinggir Kota, From Nikita Belarus

Kartu yang terakhir berasal dari Nikita di Belarus. Sketsa tiga anak kecil sedang berjalan di tengah kota yang tampak berasal dari masa lampau. Lihatlah KRL-nya yang tampak jadul dan kuno. Indah sekali ya? Cocok kalau dipajang di dinding sebagai point of view. Kartu pos favorit saya sejauh ini.

That's all. Tak sabar rasanya menunggu kloter kartu pos berikutnya sampai di kubikel meja saya.


Jumat, 19 Oktober 2012

Postcrossing: Send postcards Part II

send to Taiwan

Sepertinya bertukar kirim kartu pos bergambar ke seluruh penjuru dunia sangatlah mengasyikkan. Di zaman serba internet ini apakah masih ada yang melakukan? Ternyata banyak loh peminatnya. Semuanya diwadahi di dalam postcrossing. Media sosial manual ini memfasilitasi keinginan anggotanya untuk berkenalan, bersosialisasi, dan mengenal dunia lewat selembar kartu pos.

Lalu bagaimana cara bergabung di postcrossing? Mudah saja. Tinggal masuk ke situsnya, daftar, dan mulailah mengirim kartu pos ke seluruh penjuru dunia via alamat acak yang diberi sistem postcrossing. Ketika selembar kartu pos kita sampai ke suatu alamat di negara tertentu, secara otomatis kita akan dikasih notifikasi melalui email. Setiap kartu pos yang dikirim diberi nomor identitas untuk penelusuran. Lalu?  Giliran kita tinggal menunggu saja dapat kartu pos dari suatu negara secara acak pula. Asyik yaa

Tantangan yang biasa dihadapi postcrosser Indonesia adalah tempat jual kartu pos bergambar yang menarik. Contohnya di Lampung. Dari Kantor pos sampai toko buku nihil adanya. Terpaksalah untuk kloter pertama ke lima negara saya pakai kartu pos terbitan kantor pos yang jauh dari menarik. Tapi sampai semua lho ke alamat tujuan. 

Untuk kloter kedua ini saya dapat 6 alamat acak ke seluruh dunia. Demi duta bangsa sebagai sarana promosi Indonesia, saya sampai rela bela-belain beli kartu pos di Jogja. Perjuangan saya tak sia-sia. Kartu-kartu buatan Agus Leonardus ini begitu indah dalam menggambarkan negara kita. Cukup representatif kan mengingat berapa banyak orang yang akan melihat setiap gambar yang tercetak di kartu dalam perjalanannya.

send to Netherlands

Send to America

Send to China

Send to Germany

Send to Russia

Selasa, 16 Oktober 2012

Rumah Fatmawati Soekarno




Dapat tugas ke luar kota bisa berarti sekalian jalan-jalan buat saya. Itu pun kalo waktunya tidak habis buat urusan dinas. Seperti Bulan Agustus kemarin, saya dapat surat tugas untuk ikut arisan sosialisasi menggantikan teman. Bukannya sebel tapi saya lumayan excited. Okelah kalo begitu...toh nginep di hotel yang paling bagus se-Bengkulu plus naik pesawat yang terkenal paling gak delay. Tapi teteup di pikiran yang langsung nyantol adalah jalan-jalan plus ketemu sohib yang udah sebulan lama tak jumpa.

Tapi rencana tinggal rencana... Acara demi acara, pertemuan demi pertemuan, padat merayap bak arus lalu lintas Kotabumi Bandung kala weekend. Waah terancam gagal deh list daftar tempat yang mau dikunjungi. Untungnya saya pernah berkunjung ke bumi raflesia ini sebelumnya. Jadi lumayan tahu kalau spot tempat wisatanya cuman seputar dalam kota dan jaraknya cuman sepelemparan kutang batu antara satu dengan yang lainnya.

Lantas, dengan waktu terbatas sore hari sekalian ngabuburit, ke manakah laju mobil pinjaman dari teman dibawa? saya dan rekan memutuskan untuk berwisata sejarah. Tentu saja dalam satu rombongan hanya saya yang lumayan bersemangat memaksa mengajak yang lain. 

Rumah Fatmawati Soekarno adalah tujuan utama sore ini sekalian menunggu beduk maghrib. Yaaah, dulu pas pertama kali berkunjung ke Bengkulu, spot wisata ini terlewat dari daftar kunjungan. Hunian First lady pertama Indonesia ini memang terletak di pusat kota dan gampang ditemukan. Bagaimana tidak? lha wong letaknya berada di jalan Fatmawati dekat dengan bundaran patung kuda di pusat kota. Dan ibarat di Jakarta, Jalan Fatmawati itu bagai Thamrin. Nah...Gedung rumahnya bagaikan Hotel Nikko dari Bundaran HI. Strategis bangget kan? dan cuman 600 meter dari rumah tempat pengasingan Bung Karno pada tahun 1938-1942. Pantes terjadi cinta lokasi..hehe

Lalu ada apa aja di sana? Bagi penyuka sejarah, di rumah ini tersimpan Mesin Jahit alat ibu Fatmawati saat menjahit bendera Sang saka Merah Putih yang berkibar sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Lumayan historik kan si mesin jahit itu... Bangunan rumahnya sendiri sih tipikal rumah panggung yang banyak diketemukan di Sumatera. Dominasi kayu terasa di rumah yang kabarnya replika ini. Selain itu furnitur kayu dan besi seperti dipan, meja rias dan meja tamu tampak masih terpajang. Berbagai foto dan lukisan saat Ibu fatmawati menjadi first lady dan berkunjung ke luar negeri banyak terpajang di semua dinding. yang rada aneh adalah pakaian kebaya dan stelan yang dipajang dengan manekin bertampang bule ala pasar tanah abang. Mbok ya dibikinin patung wax ala madame Tussaud gitu yaa..

Yah..pokoknya jangan lupa berkunjung deh kalo ke Bengkulu..toh kalau tak tertarik dengan wisata sejarah, di sepanjang Jalan Fatmawati ini berderet-deret kios penjual buah tangan khas Bengkulu. Dari jualan khas makanan ringan sampai batik besure' khas daerah setempat walaupun hasil printing pabrik









bonus poto di bawah yaaa...nampang dulu buat bukti pernah kesana..hehe *abaikan muka kusut masai abis seharian dicekoki isi jurnal*


Minggu, 14 Oktober 2012

Shocking Japan : Dari Sumo Bayi Hingga Kit Kat segala Rasa



Bagi yang mau berleha-leha baca buku  ringan sebelum tidur sambil minum teh anget-anget, Shocking Japan : Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan ini layak untuk dinikmati. Tak hanya menghibur, berbagai cerita di dalamnya mampu membuat anda mengenal sisi lain dari Jepang. Dari segi budaya hingga hal-hal kecil mengenai kehidupan sehari-hari.

Junanto Herdiawan, sang penulis yang juga seorang ekonom Indonesia yang tinggal di Tokyo ini awalnya menuliskan segala pengalaman dan pemikirannya di berbagai media cetak atau blog personalnya. Beberapa tulisan di buku ini pun dapat anda nikmati di blognya. Hanya saja setelah buku ini terbit, tulisan-tulisan itu dipotong dan ditambahi catatan : ….. kisah lengkap cerita ini bisa dibaca juga di buku “Shocking Japan: Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan” . Gak mau rugi slash sekalian promosi rupanya.

Dengan gaya bahasa ringan mengalir ala Naked Traveler-nya Trinity (bahkan ada endorsementnya di sampul), lembaran demi lembaran Shocking Japan mampu membius saya untuk merampungkannya dalam sekali baca *tipis juga soalnya haha*.  Terdiri dari empat bagian, fakta unik mengenai masyarakat Jepang disajikan menarik tanpa harus mengerutkan dahi atau menimbulkan kebosanan bagi pembacanya. Di kata pengantarnya Junanto telah memberikan pagar  bahwa buku ini bukanlah tulisan akademis yang membahas manusia Jepang secara sosiologis dan antropologis dan tidak bermaksud memberikan penggambaran yang generalized tentang masyarakat Jepang  *Untunglah...kalo yang berat plus rumit sepertinya bukan genre saya hehe*

Bagian pertama adalah Tak Disangka-sangka. Di bagian ini ada cerita tentang sumo bayi. Baru tahu kan kalo ada pertandingan gulat Jepang atau Sumo versi bayi? dan parameter kemenangannya adalah kekerasan tangis sang bayi. Selain itu ada cerita tentang toilet bernyanyi. Japanese yang freak akan teknologi menciptakan toilet canggih yang terletak di tempat umum. Tak perlu mati gaya saat sedang buang hajat, musik klasik pun dapat dinikmati sembari menyamarkan bunyi hehe..Bener-bener tak disangka. ^^

Perlu Tahu, Nih! adalah bagian kedua. Penulis mengajak kita untuk mengetahui detail lain dari kebudayaan Jepang yang telah populer di dunia. Seperti Geisha yang tidak sama dengan Pekerja Seks Komersial karena perlu pendidikan bertahun-tahun dan perlu perjuangan yang tidak mudah untuk mendapat gelarnya. Bahkan kita diajak untuk mengenal sisi lain dari Mafia Jepang atau sering disebut Yakuza. Tak hanya berkaitan dengan dunia hitam, para yakuza ternyata berjasa dan rela mati dalam Kejadian krisis Nuklir di Fukushima layaknya para pengebor tambang di Film Armageddon

Kuliner Jepang dikupas tuntas di bagian ketiga : Bukan Kuliner Biasa. Dari sisi kuliner, sepertinya Orang Jepang memang tergila-gila dengan seafood. bahkan yang mentah sekali pun seperti sushi yang mendunia. Lihat saja cerita tentang nikmatnya ikan Fugu yang racunnya setetes aja bisa membunuh dua belas orang, hingga belut atau kepiting monster. Selain itu ada cerita tentang makanan ringan Kit-Kat yang telah menjadi buruan dan fenomena nasional di sana. Tak seperti di Indonesia yang hanya satu rasa, Kit Kat di Jepang tersedia hingga delapan puluh rasa. Tak heran kalo di instagram pun sekarang rame jualan online Kit-kat segala rasa dari Jepang (Berasa kacang segala rasa Bertie Bott Harry Potter ya?)

Bagian terakhir dari Buku ini adalah Belajar dari sini, Yuk!. Berbagai cerita di dalamnya patut untuk direnungkan dan diambil sisi positifnya untuk diaplikasikan dalam keseharian kita. Siapa sih yang tak mau maju seperti Jepang?

Apakah buku ini layak dibeli? Kalau anda suka dengan travelogue seperti Tales from the Road atau Naked Traveler series, buku ini wajib untuk anda sandingkan dalam satu rak di perpustakaan pribadi anda.

Selamat Membaca :)

Judul: Shocking Japan
Penulis: Junanto Herdiawan
Pages: 160
Penerbit: B First
Harga: Rp.34.000,-  di Gramedia 12 Oktober 2012