Senin, 28 Mei 2012

The Avengers, The Ultimate Character Guide


Film yang sedang ngehits menghiasi layar lebar saat ini adalah The Avengers. Sekumpulan superhero Marvel dalam satu frame beraksi memang paling ditunggu oleh para penggemarnya. Bagaimana tidak? dengan satu tiket di tangan, anda bisa menyaksikan paling tidak enam pahlawan super yang masing-masing punya penggemar fanatik. Jaringan bioskop selikur satu-satunya di  Bandar Lampung pun tak tanggung-tanggung langsung menyediakan 4 teater untuk memuaskan dahaga warga satu propinsi --catet..propinsi bukan kota ya--akan hiburan film bermutu. Itu pun langsung sold out ketika loket tiket baru dibuka *wahai pengusaha bioskop di Indonesia, ada potensi pasar bagus nihh*

Ada satu buku bersampul tebal di rak yang saya beli setahun lalu yang berguna sebagai panduan ringkas untuk mengenal setiap karakter Avengers. Dengan judul  "The Avengers, The Ultimate Character Guide", cukup untuk membuat anda kenal lebih dekat dengan masing-masing tokoh. Saya sendiri memutuskan untuk memiliki buku ini karena kagum dengan imajinasi liar yang diciptakan dalam dunia komik Marvel. Walaupun bukan penggemar fanatik yang selalu mengikuti update komik-komik Marvel, setiap lembaran buku ini memuat ilustrasi-ilustrasi eksklusif yang layak dikoleksi oleh siapapun. Ditambah lagi dengan semakin banyak karakter yang diangkat ke layar lebar, akan membuat buku ini menjadi semacam buku pintar dunia Marvel. Siapa sih yang tidak kenal Wolverine, Fantastic Four, Spider-Man dan Daredevils?

Tidak hanya beberapa superhero yang tampil di film, buku ini memuat lebih dari 200 pahlawan dan musuh yang memiliki keterkaitan dengan the Avengers. Setiap halaman diisi dengan fakta-fakta dan trivia menarik mengenai suatu tokoh. Tak lupa biodata atau vital stats yang cukup terperinci juga tersedia. Bahkan ada tabel power rank untuk mengetahui tingkat potensi kekuatan yang bisa dibandingkan antar tokoh. Cukup komplit bukan?

Judul: The Avengers, The Ultimate Character Guide
Penulis: Alan Cowsill
Editor: Shari Last, Julia March
Penerbit: Dorling Kindersley London, 2010
Halaman: 207 full color, English with hard cover
Beli di:  Periplus Terminal 1c Bandara Soekarno Hatta Maret 2011, Rp.165.000,-


p.s: bagi yang dilema mau nonton yang versi 3D atau yang biasa, perbedaannya tidak terlalu signifikan kok. Gunakan uang anda secara bijak..btw, imo  Black Widow by Scarlet Johansson is the best Superhero :)


Selasa, 22 Mei 2012

Gara-gara Obama


Apa jadinya kalau wajah anda mirip orang terkenal atau selebritis? musibah atau anugerah? 

Paling Tidak si Ilham Anas merasakan kejatuhan duren gara-gara wajahnya mirip orang terkenal. Tidak main-main, figur yang mirip dengannya dikenal dalam skala internasional. Siapa sih yang tidak kenal dengan Obama? Presiden USA yang sempat merasakan jadi anak Menteng itu memang memberikan pengalaman yang tidak bisa dilupakan seumur hidup bagi seorang Ilham Obama, julukan barunya.

Saya sendiri mengenal sosok Obama KW ini ketika beberapa iklan komersialnya tayang di Televisi. dari iklan provider GSM hingga makanan jelly dalam kemasan. Rupanya kemujuran seorang Ilham tidak berhenti hanya menjadi bintang iklan televisi. Buku ringan yang termasuk dalam kategori my "killing time" book ini merangkum kisah-kisah unik lainnya

Bermula dari teman-teman kantornya yang iseng mendandani sebagai Sang Presiden dan diunggah ke dunia maya, Ilham Anas tidak hanya menjadi pemberitaan di pelbagai media massa, baik cetak atau elektronik. Undangan untuk menjadi bintang tamu di beberapa show Televisi pun diterimanya. Bahkan stasiun berita asing seperti Aljazeera dan CNN memberikan spot waktu untuk meliputnya. Undangan pun tak hanya dalam negeri. Dalam suatu kesempatan, Ilham sempat mengisi suatu acara mahasiswa di Singapura.

Hoki pun terus berlanjut ketika tawaran menjadi bintang iklan suatu produk di Filipina datang. Iklan obat yang sempat saya lihat di Youtube itu cukup menyita perhatian penduduk negeri Benigno Aquino tersebut. pageview hingga ratusan ribu menjadi buktinya.

Kini di manapun Ilham Anas berada, permintaan untuk foto bareng bukanlah hal yang asing baginya. tidak hanya dari masyarakat umum, kesempatan bertemu dan foto bareng dengan figur tenama jadi terbuka lebar. Salah satunya adalah Duta besar USA untuk Indonesia dalam salah satu peluncuran film dimana ia memang diundang. Seorang Jenderal angkatan darat Malaysia pun sengaja minta foto bersama dalam suatu acara.

Bagi saya ada satu cerita yang mengharukan dalam buku ini. Cerita ketika Ilham sengaja diundang oleh Mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari untuk bertemu dengan suaminya yang sedang tergolek lemah di Rumah Sakit. Rupanya bertepatan dengan ultah sang suami, Bu Menteri dengan keluarga ingin memberikan hadiah istimewa, yaitu berfoto dengan Obama Impersonator. Bapak Supari memang mengidolakan Obama, dan berharap berfoto bersama. Mengingat tak mungkin mendatangkan aslinya, didatangkanlah si Obama gadungan sebagai alternatif terbaik. Ternyata ada kegembiraan luar biasa dalam momen perjumpaan tersebut. Beberapa waktu kemudian, Bapak Supari menghadap ke rahmatulloh. Ilham pun bersyukur sempat membuatnya tersenyum bahagia sebelum ajal menjemput...so touchy

Tuhan memang bekerja dengan sangat rahasia. Apa yang dilakukan-Nya sering tak terduga. Contohnya apa yang saya alami. Bagaimana mungkin seorang yang tak saya kenal dan tak pernah saya jumpai bisa mengubah perjalanan hidup saya?
Episode kehidupan yang tadinya monoton bertema Ilham Sang Fotografer Profesional, berubah menjadi lebih berwarna ketika tema Ilham sang Obama Impersonator mencuat. Ada banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang saya dapatkan. Sebagian ada yang mengejutkan dan nggak sedikit pula episode-episode lucu yang menggelitik.
Semua ini gara-gara Presiden Amrik, Barack Hussein Obama

Judul: Gara-gara Obama
Penulis: Ilham Obama
Penerbit: Ufuk Publishing House, Oktober 2009
Beli di : Bazaar buku murah Metro depan Perpustakaan Umum, 19 Mei 2012. Rp.15.000,-

p.s: berbarengan dengan buku ini, saya beli juga Dreams from My Father karya the real Barack Obama. Malah belum abis baca hehehe... btw boleh juga lho mulai mencari orang terkenal yang mirip anda...kalo saya rasanya udah nemu tuh :P


Selasa, 15 Mei 2012

Cerita Rakyat dari Jepang



Cerita rakyat adalah salah satu warisan kebudayaan yang berkembang pada suatu masyarakat. Selama ini dikenal ada dua jenis cerita rakyat: puisi dan prosa. Cerita rakyat dalam bentuk prosa terdiri dari dongeng, legenda, dan mite.

Saya pribadi sangat suka dengan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan kekayaan kebudayaan Indonesia yang melimpah, tentulah kita akan menemukan beragam cerita rakyat yang unik dan menarik. Dari Sabang sampai Merauke, dari Natuna hingga pulau Rote. Salah satu penerbit yang konsisten membukukan cerita rakyat adalah Grasindo. Berbagai bukunya telah saya koleksi sejak duduk di tingkat sekolah dasar. Dari sampulnya saja yang didominasi warna putih dan ilustrasi gambar yang klasik, telah membuat jatuh hati. Ditambah dengan harganya yang terjangkau bagi anak-anak waktu itu, memungkinkan saya mengumpulkan belasan serinya dan masih tersimpan rapi di salah satu rak kaca di rumah hingga sekarang.

Selain cerita rakyat dalam negeri, Grasindo ternyata menerbitkan cerita rakyat dari Negara lain. Saya baru tahu ketika melihat Cerita Rakyat Dari Jepang ini tergeletak pasrah di antara buku anak-anak yang tertumpuk rapi menunggu pembeli. Mengenali gaya sampulnya yang khas, langsung saja saya ambil. Memori waktu kecil serasa terputar kembali. :)

Buku ini memuat sepuluh cerita rakyat Jepang yang paling populer. Darimana saya tahu kalau itu populer? Beberapa cerita di dalamnya terkadang masuk dalam budaya pop Jepang terkini seperti anime dan manga. Sebagai contohnya adalah kisah Urashimataro yang pernah diadapatasi dalam salah satu Kisah Petualangan Doraemon, manga Jepang terpopuler di Indonesia sepanjang masa.

Cara penyajian yang menarik dan penggunaan bahasa yang sederhana, mampu membuat buku ini dinikmati semua kalangan, dari anak-anak, orang dewasa, bahkan oleh para guru atau siapa saja yang berminat pada cerita rakyat Jepang. Setiap ceritanya mengandung kisah-kisah moral mengenai kebaikan. Sebuah alternatif cerita pengantar sebelum tidur yang baik bagi anak-anak.

Penggunaan Bahasa Indonesia yang rapi, sempat membuat saya mengira buku ini terjemahan. Tapi ternyata Keiko Fukamichi sendiri yang menulis. Keiko adalah warga Jepang yang mempelajari Bahasa Indonesia ketika masih menjadi Mahasiswa Universitas Takushoku dan sempat dikirim dalam program pertukaran Mahasiswa di Universitas HKBP Nommensen Medan. Sekarang ia mengajar Bahasa Indonesia di institut Departemen Luar Negeri Jepang, Universitas Takushoku, Universitas Pertanian Tokyo, dan Universitas Chiba. Di samping itu, ia juga menjadi penyiar Radio Jepang (NHK) Seksi Bahasa Indonesia. Menakjubkan bukan?

Judul: Cerita Rakyat Dari Jepang
Penulis: Keiko Fukamachi
Penerbit: Grasindo, cetakan ke-6 Februari 2004
Halaman: 54
Beli di: Bursa Buku Murah Gramedia, Metro Fair, 12 Mei 2012, Rp.6000,-



Senin, 14 Mei 2012

Buku Murah di Metro Fair.



Awal Mei adalah saatnya Kota Metro menyulap dirinya menjadi meriah dan semarak. Di bulan itu memang terdapat hari jadinya yang diperingati setiap tahun. Tak mau kalah dengan Jakarta Fair, di sini terselenggara Metro Fair. Ya..isinya sih semacam Jakarta Fair, tapi versi mininya ya kalau gak mau dibilang kw 10 nya hehehe.. Itu pun skala ramenya udah bikin macet jalanan karena daerah-daerah di sekeliling Metro ikut bersukacita dalam menikmati even tahunan ini

Salah satu stand yang buka adalah Gramedia. Kenapa istimewa? karena Gramedia hanya terdapat di Bandar Lampung sob.. Letaknya sejam perjalanan dari Metro. Karena tahu isi "Pekan Raya Metro" bakal itu itu wae, saya menyempatkan diri untuk mampir dan langsung menuju ke Gramedia.. Ya...bookstore is always be my playground :)

Dengan embel-embel buku murah di mana-mana, jangan harap bakal nemu buku yang lagi populer nangkring di tumpukan. Biasanya sih buku-buku cetakan lama yang kurang laku. Tapi kalau lagi beruntung, bisa tuh dapet buku oke dengan harga miring. Jadi teteup tajamkan penglihatan anda yaaa..

Hasil berburu kilat tak sampai sejam kali ini menghasilkan 10 buku dengan total harga Rp.88.000,- Salah dua buku yang saya peroleh adalah buku Roald Dahl dengan harga Rp.5.000,- per buah. Lumayan bukan?

p.s: the picture is taken by instagram

Kamis, 10 Mei 2012

Oleh-oleh Cerita dari 8 Negara


Di zaman yang semakin maju ini, traveler semakin dimanjakan dengan berbagai kemudahan. Mulai dari bertebarannya berbagai tiket murah penerbangan ke berbagai tujuan wisata, kemudahan mencari informasi via internet, hingga akses mudah booking ini booking itu dalam urusan penginapan dan tiket masuk suatu pertunjukan. Bahkan kartu kredit juga mempermudah keinginan dari traveler yang gede keinginan tapi tipis isi kantong dengan berbagai penawaran promo andalan. Bisa dicicil pula. Menggiurkan bukan?

Budaya melancong yang semakin eksis ini bisa dilihat pula apabila anda berkunjung ke toko buku. Buku-buku traveling bertambah memenuhi rak dari waktu ke waktu. Mulai dari yang memakai embel-embel nominal sekian bisa berapa hari ke negara tertentu tepu-tepu deh tentunya, hingga kisah perjalanan yang dibalut dalam bentuk novel romansa.

Oleh-oleh Cerita dari 8 Negara ini saya temukan dalam suatu tumpukan rak di bazaar murah buku di kota Metro. Sebenarnya saya tidak berniat membelinya karena sudah agak bosan dengan buku sejenis ini yang lumayan banyak menumpuk di sudut rak buku pribadi (The Journeys 2 adalah buku terakhir yang saya baca). Selain itu buku ini pun bukan dari penerbit terkenal dan belum pernah terdengar ataupun terlihat di rak bestseller di toko buku yang pernah saya kunjungi. Tapi melihat buku tipis murah meriah di bazaar buku, tak tahanlah tangan ini mencomot dan menjinjingnya ke kasir. Kalau pun ternyata bukunya gak asyik, ya gak rugi-rugi amatlah yaaa.

Ternyata oh ternyata, buku ini sik asik teman-teman :p. Baca sambil lalu sebelum tidur, 167 halamannya langsung habis terbaca. Bahasanya ringan sederhana layaknya Naked Traveler nya Trinity yang fenomenal itu. Lucy sang penulis seakan-akan bercerita dengan jujur dan mengalir tentang apa yang ditemuinya dalam perjalanan

Apa yang menjadi poin lebih dari buku ini? selain menyajikan suatu cerita perjalanan dari suatu angle cerita , misalnya ada bagian membahas tentang teman seperjalanan, bagian lain tentang perbandingan pemeriksaan imigrasi, dan bagian-bagian yang tak kalah menarik lainnya. Buku dengan gaya bercerita seperti ini lebih saya sukai daripada sekedar laporan perjalanan dari titik A ke titik B. Selain itu, Lucy juga menulis semacam hikmah atau moral story dari setiap kepingan cerita. kita pun bisa manggut-manggut setuju setiap ending dari suatu cerita. Dan bagi saya pribadi, 8 negara yang disebut dalam buku ini masih cukup affordable bagi orang yang berniat traveling ke luar negeri tingkat pemula coba-coba dengan budget kere seperti saya.

Overall, oke banget deh buku ini...di luar ekpektasi. so, don't judge a book by its cover, publiser or whatever before you read it..hehe.

Judul: Oleh-oleh Cerita dari 8 Negara
Penulis: Lucy
Penerbit: Leutika, 2010. Yogyakarta
Beli di: Bazaar Buku Murah di Perpustakaan Umum Metro. Rp.15.000,- 5 Mei 2012

p.s: the picture is taken at "Bundaran HI-nya Lampung Utara" di suatu pagi ketika di sekitarnya macet akibat antrian BBM di SPBU, 8 Mei 2012

Minggu, 06 Mei 2012

My milk toof : berpetualang dengan Ickle dan Lardee


Mari kita bertemu dengan dua karakter imut menggemaskan ini:

Ickle adalah gigi susu yang pintar dan selalu penasaran ingin tahu ini suka membaca buku. hobinya yang lain adalah menggunting kupon hadiah, menggigiti furnitur dan David Bowie.

Lardee adalah gigi susu yang gampang disukai. sedikit gemuk dan selalu dijumpai mengikuti Ickle di sekitar rumah. Jika membutuhkan sebuah mainan, ia mempunyai tas merah dengan isinya yang tak terbatas.

Kedua karakter mainan lucu itu dibuat oleh Inhae Lee, seorang artis yang berdomisili di Amerika.  Dengan tambahan properti-properti kecil seperti mainan dan furnitur liliput, Inhae Lee menciptakan kisah-kisah petualangan Ickle dan Lardee dalam rangkaian set fotografi. Berbalut kisah sehari-hari yang sederhana namun diubah menjadi luar biasa menarik dan menghibur, Lee mampu menyajikan rangkaian foto yang selalu ditunggu-tunggu oleh penggemarnya di setiap postingan blognya

Saat pertama blogwalking, saya telah memutuskan untuk menjadi penggemar setia blognya. Bahkan ketika beberapa rangkaian set kisahnya dibukukan dengan kemasan hardcover yang exclusive, saya nekat untuk mencoba membelinya lewat amazon dengan ongkos kirim yang sama dengan harga buku. Karena memilih tarif pengiriman yang paling murah dengan niat lebih hemat (Los Angeles..bo!), paket itu baru saya terima hampir dua bulan dari proses beli via online. Tapi semua penantian itu terbayar begitu buku di tangan. Gambar-gambar di setiap halaman bukunya mampu menghipnotis pembacanya.

Berisi dua belas kisah baru dan beberapa diambil dari blog, setiap kisahnya mengajak kita untuk menjelajah dunia dari perspektif  kecil Ickle dan Lardee. Salah satu kisah favorit saya adalah Toof Cleaning yang berkisah ketika pemilik gigi susu berusaha  memandikan si Ickle dan Lardee yang bandel dan kotor. Kalau kata abg sekarang sih Unyu-unyu bangget..hehe. Great Job, Inhae Lee.. :)



Judul: My Milk Toof, The adventures of Ickle and Lardee
Penulis: Inhae Lee

Penerbit: Chronicle Books, San Fransisco (2011)

Beli di: amazon.com (US$10.85, Shipping and handling: US$9.98)
genre: fotonovela