Kamis, 10 Mei 2012

Oleh-oleh Cerita dari 8 Negara


Di zaman yang semakin maju ini, traveler semakin dimanjakan dengan berbagai kemudahan. Mulai dari bertebarannya berbagai tiket murah penerbangan ke berbagai tujuan wisata, kemudahan mencari informasi via internet, hingga akses mudah booking ini booking itu dalam urusan penginapan dan tiket masuk suatu pertunjukan. Bahkan kartu kredit juga mempermudah keinginan dari traveler yang gede keinginan tapi tipis isi kantong dengan berbagai penawaran promo andalan. Bisa dicicil pula. Menggiurkan bukan?

Budaya melancong yang semakin eksis ini bisa dilihat pula apabila anda berkunjung ke toko buku. Buku-buku traveling bertambah memenuhi rak dari waktu ke waktu. Mulai dari yang memakai embel-embel nominal sekian bisa berapa hari ke negara tertentu tepu-tepu deh tentunya, hingga kisah perjalanan yang dibalut dalam bentuk novel romansa.

Oleh-oleh Cerita dari 8 Negara ini saya temukan dalam suatu tumpukan rak di bazaar murah buku di kota Metro. Sebenarnya saya tidak berniat membelinya karena sudah agak bosan dengan buku sejenis ini yang lumayan banyak menumpuk di sudut rak buku pribadi (The Journeys 2 adalah buku terakhir yang saya baca). Selain itu buku ini pun bukan dari penerbit terkenal dan belum pernah terdengar ataupun terlihat di rak bestseller di toko buku yang pernah saya kunjungi. Tapi melihat buku tipis murah meriah di bazaar buku, tak tahanlah tangan ini mencomot dan menjinjingnya ke kasir. Kalau pun ternyata bukunya gak asyik, ya gak rugi-rugi amatlah yaaa.

Ternyata oh ternyata, buku ini sik asik teman-teman :p. Baca sambil lalu sebelum tidur, 167 halamannya langsung habis terbaca. Bahasanya ringan sederhana layaknya Naked Traveler nya Trinity yang fenomenal itu. Lucy sang penulis seakan-akan bercerita dengan jujur dan mengalir tentang apa yang ditemuinya dalam perjalanan

Apa yang menjadi poin lebih dari buku ini? selain menyajikan suatu cerita perjalanan dari suatu angle cerita , misalnya ada bagian membahas tentang teman seperjalanan, bagian lain tentang perbandingan pemeriksaan imigrasi, dan bagian-bagian yang tak kalah menarik lainnya. Buku dengan gaya bercerita seperti ini lebih saya sukai daripada sekedar laporan perjalanan dari titik A ke titik B. Selain itu, Lucy juga menulis semacam hikmah atau moral story dari setiap kepingan cerita. kita pun bisa manggut-manggut setuju setiap ending dari suatu cerita. Dan bagi saya pribadi, 8 negara yang disebut dalam buku ini masih cukup affordable bagi orang yang berniat traveling ke luar negeri tingkat pemula coba-coba dengan budget kere seperti saya.

Overall, oke banget deh buku ini...di luar ekpektasi. so, don't judge a book by its cover, publiser or whatever before you read it..hehe.

Judul: Oleh-oleh Cerita dari 8 Negara
Penulis: Lucy
Penerbit: Leutika, 2010. Yogyakarta
Beli di: Bazaar Buku Murah di Perpustakaan Umum Metro. Rp.15.000,- 5 Mei 2012

p.s: the picture is taken at "Bundaran HI-nya Lampung Utara" di suatu pagi ketika di sekitarnya macet akibat antrian BBM di SPBU, 8 Mei 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar