Rabu, 15 Juni 2011

Affandi, Sang Maestro



Ketika ingin menghabiskan sore yang cerah, tiba-tiba mobil berbelok ke suatu komplek bangunan unik di pinggir sungai Wong.

Hm...sebenarnya sudah sangat sering lewat depan museum ini.. tapi apa daya, rayuan hedonis Ambarukmo Plaza yang hanya terletak beberapa puluh meter di dekatnya lebih sering berhasil diturutin untuk mampir daripada meluangkan waktu sejenak mengagumi karya seni Sang Maestro... Affandi





Dilihat dari kejauhan, museum ini mirip daun pisang. Konon filosofi daun pisang ini berlatar belakang pengalaman hidup sang maestro waktu kecil. Daun pisang sering dipakai membungkus makanan serta melindungi beliau waktu hujan. Dari situlah beliau ingin membungkus mimpinya dalam bentuk karya seni supaya terjaga dengan baik dalam galeri dan museum serta menginspirasi banyak orang. Dream.Believe. Make it Happen...hehe



Museum ini terbagi menjadi 3 galeri, Galeri I memuat hasil karya Affandi serta memorabilia pribadi seperti Mobil Colt Gallan tahun 1976, berbagai penghargaan yang pernah diterima, sampai kaos singlet yang pernah dipakai waktu melukis.

Galeri II dan III memuat hasil karya artist-artist lain, termasuk putri kandung beliau Kartika. beberapa karya memang dijual untuk umum. Tapi jangan harap kantong tipis seperti saya ini mampu menjangkaunya. Rp 400.000.000,- untuk sebuah lukisan Kartika bukanlah harga termahal. Untuk kaum yang bisa menilai seni dan berkantong tebal, berbagai pilihan karya anak negeri di museum ini patut diapresiasi..




Terdapat pula sanggar lukis bagi anak-anak yang mau belajar melukis dan berpameran seperti Affandi. Hawa sejuk dan kerindangan tumbuhan di samping Sungai Gajah Wong, mampu meneduhkan pikiran bagi siapa saja yang mau berkunjung. Terlihat beberapa Mahasiswa jurusan Seni yang membuat sketsa di rerumputan hijau, mengabadikan bangunan museum di kertas bergaris-garis

Desain beberapa bagian di museum ini memang unik dan detail. Seperti musholla yang berbentuk gerobak, sampai lantai cafe yang terdiri dari mosaik pecahan keramik yang membentuk berbagai pola yang berwarna warni.



a corner in Paris, Chinese Ink in paper 1952


Bagi anda yang ingin berkunjung, siapkan Rp 20.000,- untuk satu tiket plus Rp.10.000,- untuk kamera serta Rp 20.000,- untuk video...buka tiap hari jam kerja, kecuali hari libur. Lucky me, hari ketika saya berkunjung adalah hari Haulnya Affandi.. jadi Gratis :)

My Wife and Her Mother, 1976


Fallen Plan in a Rice Field, 1975