Senin, 24 Desember 2012

Khazanah Kain Tradisional Nusantara


Sebagai bagian dari Festival Krakatau ke XXII tahun 2012, pemerintah Propinsi Lampung menyelenggarakan pameran kain-kain tradisional Indonesia. Pameran tersebut bertajuk: Khazanah Kain Tradisional Nusantara. Sounds boring? hahaha mungkin bagi kalangan muda bakal milih mlipir ke mall atau ngupi-ngupi di starbak mokko daripada menengok barang sejenak warisan adiluhung bangsa Indonesia ini. Tapi kalo bukan kita yang peduli, siapa lagi coba?


Pameran wastra atau kain tradisional ini diselenggarakan di Museum Ruwa Jurai Lampung dari tanggal 4 sd 30 Oktober 2012 dengan melibatkan tak kurang dari 31 museum di seluruh penjuru tanah air. Wuih.. kita bisa lihat koleksi asli museum dari Aceh hingga Papua di satu tempat. Bayangkan berapa biaya yang harus kita keluarkan apabila kita mengunjungi museum-museum tersebut satu persatu. Kabar baiknya lagi kita tidak dipungut sepeser pun untuk menikmati koleksi luar biasa ini.  Patut dilirik untuk dikunjungi bukan?



Puluhan kain yang terpajang membuktikan bahwa kita tidak hanya punya batik untuk kita banggakan di mata dunia. Berbagai metode dan teknik serta corak dan motif, memberi kita pandangan baru bahwa terdapat nilai filosofi tinggi dalam setiap lembarannya. Informasi dan detail serta cerita unik disertakan dalam display untuk memudahkan pengunjung mengetahui lebih dekat setiap nama, asal, bahan, serta proses pembuatan kain. Jadi dengan lebih mengetahui, paling tidak kita bisa mulai mengenal dan mencintai serta diharapkan turut serta melestarikan salah satu bentuk budaya asli milik bangsa sendiri ini. Sangat sedih sekali ketika kita mengetahui beberapa jenis kain telah punah dan tidak diproduksi lagi. Bahkan ada jenis kain yang hanya dimiliki serta dikoleksi di museum luar negeri.




Dari puluhan kain yang terpajang, beberapa kain di bawah ini menarik perhatian saya. informasi yang melengkapi setiap kain, didapatkan dari keterangan yang terdapat di pameran maupun dari buku panduan yang dibagikan secara gratis bagi pengunjung.


1. Kain Sasirangan dari Banjarmasin Kalimantan Selatan, koleksi Museum Negeri "Lambung Mangkurat" Propinsi Kalimantan Selatan

Material: Sutra, pewarna kimia, teknik tritik

Ragam hias berupa garis bergelombang yang pada sasirangan ini disebut naga balimbur, banyak dijumpai pada seni dan mitologi Kalimantan, terutama pada masyarakat pedalaman yang dikenal sebagai masyarakat "Dayak". Awalnya teknik ini diterapkan pada wastra tradisional yang digunakan untuk keperluan tertentu, tetapi saat ini diproduksi secara komersial untuk pakaian. Produksi kain Sasirangan saat ini banyak dijumpai di Banjarmasin. 



2. Palepai dari Pugung Tampak Krui Lampung, koleksi dari Museum Ruwa Jurai Propinsi Lampung

Material: Kapas pintal tangan, pewarna alam; pakan tambahan

Palepai adalah kain kapal yang berukuran paling besar, panjangnya mencapai lebih dari tiga meter. Dikenal beberapa jenis palepai, salah satunya adalah yang dihiasi dengan sosok manusia menggunakan hiasan kepala bertanduk yang digambarkan berulang dalam satu sampai tiga baris pada seluruh bidang wastra. Palepai yang dibuat di sepanjang pesisir selatan Lampung, digantung di dinding pada upacara-upacara penting, dan hanya dimiliki oleh keluarga bangsawan.


3. Udeng dari Garut Jawa Barat, koleksi Museum Negeri "Sri Baduga" Provinsi Jawa Barat

Material: Katun, pewarna kimia, batik tulis

Udeng batik ini dipakai dengan cara dilipat dua secara miring dan dililitkan di kepala, digunakan untuk busana resmi. Ragam hiasnya adalah Merak Ngibing. *ngibing? dari translate ke English sih berarti nari hehe...Di daerah Garut, warna krem pada latar kain disebut gumading yang berarti warna daging buah mangga muda.



4. Batik Basure' dari Bengkulu, koleksi Museum Negeri Propinsi Bengkulu

Material: katun; batik tulis

Sulit untuk menentukan apakah batik ini dibuat di Jawa atau di Bengkulu. Batik dengan kaligrafi atau bentuk mirip huruf Arab sangat dihargai di Bengkulu di mana versi biru putih digunakan sebagai selendang oleh orang yang lebih tua, dan sebagai penutup mayat. Sedangkan versi merah putih digunakan oleh orang yang lebih muda, dan pada acara-acara yang berkaitan dengan kesuburan dan kehidupan. Ragam hias angsa berasal dari wastra India.


5. Lipa' Sob'be Are dari Pagatan Kalimantan Selatan (masy Bugis), koleksi lain museum negeri Lambung Mangkurat propinsi Kalimantan Selatan

Material: Benang pabrik, pewarna kimia, benang mas, pakan tambahan

Ragam hias  Bouraq (kuda bersayap dengan kepala wanita) pada panel melintang merupakan fitur yang menarik dari wastra ini. Sedangkan pada kotak-kotak kecil terdapat ragam hias singa yang berasal dari lambang-lambang kerajaan Eropa sebagaimana tergambar pada mata uang kuno. Sarung ini digunakan oleh pria ketika beribadah di masjid dan untuk upacara keagaman lainnya.


6. Kain Batik Cirebon

Kain ini memiliki motif khas Cirebon yang sangat terkenal: Mega Mendung. 



7. Pakaian Adat laki-laki dari Kalimantan Tengah dan Selatan (masyarakat Ngaju Dayak), koleksi Museum Balanga Kalimantan Tengah

Material: Kulit kayu, kain cita, payet plastik, pasmen;tempa,jahit

Pada mas kini, untuk keperluan berbagai acara publik seperti menyambut tamu dan seni pertunjukan, pakaian kulit kayu dihiasi dengan potongan wastra komersial dan payet plastik. Cawat ini, ewah nyamu, terdiri dari dua rumbai yang digabungkan dengan ikat pinggang katun dan diikat di bagian pinggang, telah dimodifikasi untuk dipakai diluar celana pendek. Sedangkan rompi, baju nyamu, diberi lis pada pinggirannya dan dilengkapi dengan kancing.


8. Bahan Sarung dari Kalimantan Barat (masyarakat Melayu), koleksi Museum Propinsi Kalimantan Barat

Material: Benang Sutera, pewarna kimia, benang emas; pakan tambahan

Sarung (lunggi) dengan ragam hias yang tersebar di seluruh permukaan badan dikenal sebagai 'lunggi bertabur" di Kalimantan Barat. Pada wastra ini dapat dilihat "taburan" kupu-kupu, dan bunga magnolia yang terletak di kaki masing-masing segitiga, serta ragam hias "kawung" di tepi sarung. Ragam hias tabur merupakan ciri khas tenunan Melayu, meskipun kupu-kupu dan bunga magnolia berasala dari Cina. Budaya Melayu yang terletak di daerah pesisir telah menyerap berbagai unsur budaya asing.




9. Kain songket berakam dari Palembang Sumatera Selatan, koleksi Museum Bala Putra Dewa Sumatera Selatan

Material: Benang Katun, pewarna kimia, benang perak; pakan tambahan

Penggunaan benang perak pada tenunan tradisional di Sumatera Selatan jarang ditemukan, sebaliknya benang emas hampir selalu digunakan. Wastra ini menampilkan ragam hias tradisional berupa kembang manggis yang diatur dalam kisi miring. Wastra songket ini dapat digunakan untuk pakaian pesta maupun pakaian formal, serta dapat digunakan oleh pria dan wanita dengan baju lokal.


10. Kain Bentenan dari Minahasa, koleksi Museum negeri Propinsi Sulawesi Utara

Material: benang, pewarna sintetis

Masyarakat Bantik dari Minahasa yang berada di ujung semenanjung Sulawesi Utara dahulu terkenal karena keahliannya membuat tenun ikat lungsi yang disebut "Kain Bentenan". Tetapi wastra ini tidak lagi dibuat sejak tahun 1990. Beberapa tahun yang lalu diciptakan Wastra ikat lungsi generasi baru yang ditenun di Jawa Tengah dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menggunakan benang dan pewarna sintetis. Ragam Hias yang digunakan berasal dari koleksi "Kain Bentenan" dari museum Belanda.




11.  Lau Katipa dari Sumba Timur Nusa Tenggara Timur, koleksi dari Museum Nasional Indonesia.

Material: katun, anyaman manik-manik,ikat lungsi; lungsi tambahan

Sarung Sumba berhiaskan manik-manik digunakan perempuan dari kalangan maramba (bangsawan) saat menghadiri upacara adat yang penting. Tampilan ragam hias pada contoh ini dibuat dengan tiga teknik yang berbeda: anyaman manik-manik si atas; teknik lungsi tambahan (pahikungu) di tengah; teknik ikat lungsi di bawah.


12. Geringsing Wayang dari Desa Tenganan Pageringsingan Karangasem Bali, koleksi Museum Nasional Indonesia

Material: Kapas pintal tangan, pewarna alam, ikat ganda

ikat ganda yang disebut geringsing, merupakan teknik yang sangat sulit dibuat dan hanya ditemukan di beberapa tempat di dunia, salah satunya di desa Tenganan Pageringsingan. Pada tenun ikat ganda, benang lungsi dan benang pakan diikat dan dicelup secara terlebih dahulu sebelum ditenun untuk membentuk ragam hias. Untuk itu dibutuhkan penenun yang sangat terampil agar dapat membuat ragam hias yang presisi dari benang lungsi dan benang pakan. Semua kain Geringsing memiliki fungsi ritual. Akhir-akhir ini ragam hias dan warna kain geringsing telah disesuaikan untuk kebutuhan seni dan souvenir.


13. Hinggi Kombu dari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur koleksi museum Tekstil Jakarta

Material: Katun, pewarna kimia, ikat lungsi, tenun sederhana.

Fitur menarik dari tenun ini adalah pada deretan figur besar dekat ujung kain berupa lambang Republik Indonesia Garuda Pancasila. Penenun Sumba Timur sangat pandai menggabungkan ragam hias baru ke dalam tenunan mereka.

Kamis, 13 Desember 2012

Received Postcards on December 2012


1. The New yorker for the dog, from USA

Salah satu cover dari New yorker, majalah yang sangat terkenal di New York dan salah satu bagian dari magazine publisher  Conde Nas. Majalah ini mengangkat  politik, social issues, art, humor, dan culture sebagai jualan mereka.

Tampaknya Mr Doggie sangat menikmati bacaannya. Anjing saja hobi baca, masa kita kalah? hehe




2. Zuid-Holland from Netherland

Sebuah kartu lain dari Negeri kincir angin. Kali ini datang dari Holland Selatan. Beribukota Den Haag, Holland Selatan merupakan salah satu provinsi terpadat di dunia. Penduduknya berjumlah sekitar 3,5 juta manusia (2009) dengan luas sekitar 3403 km². Tidak hanya jumlah penduduknya yang banyak, provinsi ini juga merupakan salah satu daerah yg memiliki industri terbanyak di dunia. merupakan salah satu kota terpenting di Belanda karena menjadi tempat pusat adminstrasi dan kediaman Sang Ratu.




3. Rio from Brazil





4. Windang Bridge from New South Wales Australia





5. JK Rowling lover from Finland

Jonma tinggal di Finlandia Selatan dan mengaku seorang candyman. Ya...Candyman..bekerja di pabrik permen..hahaha keren ya.. berasa kerja dengan Willy Wonka.

yang membuat menarik adalah dia sangat suka baca buku, terutama karya JK Rowling dan sedang dalam proses menghabiskan The Casual Vacancy (sampai hal 32). Jadi penasaran juga dengan bukunya. cari ah... :)

Cobalah tengok perangkonya. Cantik sangat bukan? itu adalah Aurora Borealis.

Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya). Aurora borealis terjadi di eropa/utara, sedangkan Aurora Australis terjadi di selatan bumi
-source: wikipedia-

Mungkin Aurora sang Sleeping Beauty dari Walt Disney terinspirasi dari keindahan alami ciptaan Allah SWT ini ya. Subhanallah.





Kamis, 22 November 2012

Received Postcards on November 2012


1. Bookworm from Paula, Netherland

Bulan yang lalu saya menerima kartu pos bergambar teh manis yang merupakan minuman favorit saya. Tak diduga tak dinyana, ada postcrosser lain yang niat banget ngirimin kartu yang sesuai dengan isi profil saya. Kartu yang bergambar bookworm ini memang sesuatu banget ya. Mungkin si Paula dari negeri kumpeni ini memang tipe orang yang rela meluangkan waktu nyari kartu yang bisa bikin penerimanya girang dan berkata "gue banget".


 Isi kartunya menjelaskan kalau Paula ini mempunyai Ladang penggilingan dan bertani tulip. By the way, kok istilah bookworm kalau di bahasa jadi kutu buku ya? seharusnya cacing buku dong deh.. Perhatikan juga perangkonya yang bergambar layang-layang. Coba ingat-ingat kapan terakhir anda memainkannya dibanding megang stick PS atau Angry Birds?



2. Beranda Rumah from Chris Hong Kong China

Kartu yang ini panjang banget perjalanannya. Sempat salah kirim ke Malaysia, akhirnya sampai di meja kerja tercinta :) . Coba perhatikan tanaman di bawah jendela. Familiar sekali bukan? banyak kita temui di sekitar kita.  Ada yang tahu namanya?

Si Chris ini memberi beberapa kata dalam bahasa Mandarin sekaligus menuliskan dalam abjadnya. Tampak rumit sekaligus indah. Ada capnya juga lhooo.. Peace







3. Bahasa Slang Aussie from Nadya Australia

Tak hanya Indonesia yang punya bahasa Gaol anak muda, ABG Aussie pun ada. So, bolehlah tengok kartu ini sebelum anda melancong atau ngambil beasiswa ke sana.

Si Nadya ini ngasih tahu kalo di aussie lagi musim semi. Kok bisa ya? yahh..tentu saja mengingat benua cantik ini lebih dekat ke kutub selatan daripada utara. Jadi kalo di negara-negara yurop lagi mau menyambut Christmas dengan guyuran butiran debusalju, tentu saja rekan handai taulan di Aussie lagi menikmati sentuhan kehangatan sang surya :)



 4. Stelingrad Tempo Doeloe from Alexei Russia

Satu lagi kartu dengan pemandangan bangunan antik ala-ala kolonial. Tahun pengambilan foto seangkatan ama lahirnya babe lho. Tadinya sekilas saya kira White House, ternyata Central maternity Ward di kota Stelingard. Mungkin semacam rumah bersalin gitu. By the way si Alexei ini nulis huruf U dalam bahasa Russia mirip N yang kebalik, jadi agak-agak ribet pas mau register ke sistem postcrossing. Memang abjad Russia itu unik yaaa




Rabu, 31 Oktober 2012

A very personal card from USA


Kartu pos kelima yang saya terima dari postcrossing ini personal banget deh. Selain cepet banget karena cuman 8 hari nyampe, gambarnya sesuai dengan profil saya. Profil saya memang berisi tentang kesukaan saya ngeteh anget-anget tiap hari. Tidak disangka tidak diduga, Cana yang keturunan Turki tapi tinggal di USA ini niat banget mencari dan mengirim kartu pos dengan gambar tiga gelas berlekuk berisikan teh hangat sedap mantap. Yang menarik, tiga gelas tersebut beralaskan coaster perak dan berbaki perak pula. Arabian banget ya?

Cana ini juga suka ngeteh lho.. Seperti kita, teh atau chai di sana plain tanpa susu. Terkadang ditambahi dengan potongan lemon atau jeruk..Slurppp..Duh jadi pengen ngeteh nih...


Selasa, 23 Oktober 2012

Received postcards on October 2012


Berikut ini saya tampilkan galeri kartu pos yang saya terima bulan Oktober 2012 dari Postcrossing. (Bayangkan.... bisa sampai juga ya di kota kecil pedalaman ujung Sumatera ini :) Takjub sayaaaa





 1. Arkansas, The natural State from Evelyn USA

Kartu pos ini terasa istimewa karena merupakan kartu pos postcrossing pertama yang saya terima. Berasal dari Arkansas United States of America, Si Evelyn ini mau pamer daerahnya yang memiliki udara yang bagus karena berada di ketinggian. Tepatnya di Petit Jean State Park. Rimbun sekali tampaknya yaa...

Btw, lihat deh perangko yang ditempel. Ada yang bertema pramuka, kerajinan kayu tradisional seperti suku Asmat, dan yang paling saya suka adalah gambar warbonet atau ikat kepala adat suku Indian. Pengen punya satu dan sepertinya mulai banyak dijual di olshop atau instagram. Ada yang mau beliin? :)








2. Icons of Russia, From Oksana Russia

Kartu yang ini sangat keren sekali dan memberi banyak informasi tentang Soviet Air Force. Dengan Pesawat tempur MIG-29, Russia mendunia. Bayangkan, pesawat canggih ini dapat menembakkan missil tanpa mengarahkan pesawat ke arah target. cukup si Pilot  memandang dan mengunci target dari helm canggihnya. Dan yang lebih asik lagi, kita bisa jalan-jalan sore selama 40 menit keliling kompleks perumahan calon mertua dari udara. Asal ada duit $15.000 aja di kantong :P . Dijamin camer bakal klepek-klepek..hehe

Selain informasi tentang MIG, Mbak Oksana Federova ini memberi detail penjelasan tentang kota Norilsk tempat dia tinggal. Selain sebagai salah satu pusat industri terbesar di Russia, kota ini termasuk satu dari lima kota di dunia yang terletak paling utara di bumi. Pada musim dingin, anda bisa berkesempatan untuk melihat bintang utara (Northern Light?) secara telanjang mata lho....





3. Motanka, From Katya Ukraine

Setelah bermaskulin ria dengan kartu gambar pesawat, marilah kita beralih ke kartu yang ketiga yang lebih feminin. Unyu-unyu sekali dengan tiga boneka tradisional Ukraina mejeng cantik. Kok agak mirip boneka dukun yaa...Di sana disebut dengan Motanka, simbol dari kebijaksanaan wanita.






4. Suatu Sore di Pinggir Kota, From Nikita Belarus

Kartu yang terakhir berasal dari Nikita di Belarus. Sketsa tiga anak kecil sedang berjalan di tengah kota yang tampak berasal dari masa lampau. Lihatlah KRL-nya yang tampak jadul dan kuno. Indah sekali ya? Cocok kalau dipajang di dinding sebagai point of view. Kartu pos favorit saya sejauh ini.

That's all. Tak sabar rasanya menunggu kloter kartu pos berikutnya sampai di kubikel meja saya.


Jumat, 19 Oktober 2012

Postcrossing: Send postcards Part II

send to Taiwan

Sepertinya bertukar kirim kartu pos bergambar ke seluruh penjuru dunia sangatlah mengasyikkan. Di zaman serba internet ini apakah masih ada yang melakukan? Ternyata banyak loh peminatnya. Semuanya diwadahi di dalam postcrossing. Media sosial manual ini memfasilitasi keinginan anggotanya untuk berkenalan, bersosialisasi, dan mengenal dunia lewat selembar kartu pos.

Lalu bagaimana cara bergabung di postcrossing? Mudah saja. Tinggal masuk ke situsnya, daftar, dan mulailah mengirim kartu pos ke seluruh penjuru dunia via alamat acak yang diberi sistem postcrossing. Ketika selembar kartu pos kita sampai ke suatu alamat di negara tertentu, secara otomatis kita akan dikasih notifikasi melalui email. Setiap kartu pos yang dikirim diberi nomor identitas untuk penelusuran. Lalu?  Giliran kita tinggal menunggu saja dapat kartu pos dari suatu negara secara acak pula. Asyik yaa

Tantangan yang biasa dihadapi postcrosser Indonesia adalah tempat jual kartu pos bergambar yang menarik. Contohnya di Lampung. Dari Kantor pos sampai toko buku nihil adanya. Terpaksalah untuk kloter pertama ke lima negara saya pakai kartu pos terbitan kantor pos yang jauh dari menarik. Tapi sampai semua lho ke alamat tujuan. 

Untuk kloter kedua ini saya dapat 6 alamat acak ke seluruh dunia. Demi duta bangsa sebagai sarana promosi Indonesia, saya sampai rela bela-belain beli kartu pos di Jogja. Perjuangan saya tak sia-sia. Kartu-kartu buatan Agus Leonardus ini begitu indah dalam menggambarkan negara kita. Cukup representatif kan mengingat berapa banyak orang yang akan melihat setiap gambar yang tercetak di kartu dalam perjalanannya.

send to Netherlands

Send to America

Send to China

Send to Germany

Send to Russia