Senin, 23 April 2012

The Billionaire, Rumput Laut yang Mendunia



Menikmati film di sore hari sambil ditemanin cemilan dan secangkir teh hangat memang ciamik. Bosan dengan film hollywood dan mau mencari alternatif lain? Bagaimana kalau film Indonesia? hmm...ketika genre hantu sudah berkolaborasi dengan peralatan rumah tangga seperti gayung, cari yang lain dulu deh.

Ada rekomendasi Film dari seorang teman di wall facebook tentang sebuah film yang menginspirasi dari Thailand. Berdasarkan film-film yang saya tonton sebelumnya, Thailand selalu mempunyai kekhasan di mata saya. Sesuatu yang mempunyai nilai lebih seperti cerita yang bisa memberi hikmah tanpa menggurui atau paling tidak sesuatu yang membuat saya tersenyum di akhir cerita. #ketularan syahrini nih lama-lama #pasangjambul

Saya mencoba menikmati tanpa mencari tahu terlebih dahulu segala sesuatu tentang film ini. Judulnya: The Billionaire. based on true story.

Ringkasan ceritanya:
Saat usia 16, Dia adalah pencandu game online.
Saat usia 17, Ia putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang.
Saat usia 18, Keluarganya bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta Baht.
Saat usia 19, Dia menciptakan cemilan rumput laut 'Tao Kae Noi' yg dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.
Kini, di usia 26, Ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.
Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa.

Bagaimana menurut anda? mengingatkan dengan "The Pursuit of Happyness "-nya Will Smith bukan? sebuah kisah from zero to hero. Walaupun eksekusi film ini belum sehebat TPoH, ada beberapa moral story yang dapat saya ambil dari film ini:
  1. Ada adegan ketika si Top ini hampir diusir dari Mall karena gerobak dagangan kacangnya mengotori atap. Ketika malam hari si Top berusaha membersihkan dan mengecatnya malam hari, si ibu dengan setia menemani. Ibu adalah malaikat berwujud manusia, sebandel atau senakal apa pun dirimu, ibumu selalu setia menjaga dan berusaha berada di sampingmu. Pun ketika si ayah udah terlalu jengkel dengan Top, si ibu selalu menengahi. Dan selalu membesarkan hati si Top ketika usahanya selalu gagal, bahkan ketika saling berjauhan via telepon karena si ibu tinggal di Cina. Bukankah ini klise karena Ibu memang harusnya seperti itu? ya, paling tidak adegan tersebut berkesan bagi saya, dan membuat buru-buru menelepon ibunda tercinta karena jarak yang jauh. (bersyukurlah bagi anda yang bisa bertemu tiap hari)
  2. Man Jadda wa Jadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh ia akan mendapatkannya. Tagline film Negeri 5 Menara bisa disamakan dengan tagline film ini: Ketika Kau berpikir kaya maka kau akan kaya. Kalimat dari salah satu dosennya ini dicoba diresapi oleh Top. Tentunya hal ini ditambah dengan usaha pantang menyerah. Terlihat dari adegan ketika si Top habis-habisan dengan segala daya dan upaya bahkan hingga menjual seluruh harta benda yang tersisa demi memenuhi segala persyaratan yang diinginkan oleh  7-Eleven sebagai distributor produknya.(yaa. tempat hangout abg-abg gaul Jecarda ini akan bertaburan sepanjang film). Hasilnya: 7-Eleven pun menyetujuinya di saat Top sudah pasrah karena sudah mengerahkan semua usaha.
  3. Kalau kata si pengarang buku 7 Keajaiban Rezeki Ippho Right, ada dua bidadari dalam memudahkan kita dalam mengunduh rezeki. Hal itu sepertinya terjadi pada Top. Bidadari yang pertama adalah ibu, yang kedua adalah istri. Si Top ini memang belum punya isteri, tapi sebenarnya bidadari kedua sudah di depan mata. bagaimana tidak? ketika Top sudah jatuh miskin karena keluarganya bangkrut dan sekolahnya gagal total, ada si gadis yang selalu membesarkan hati, menemani, sampai memotivasi Top untuk kembali menekuni bangku kuliah. Bahkan ide untuk berbisnis cemilan rumput laut berawal dari si gadis tanpa disadarinya. Masalah apakah si Gadis ini benar-benar menjadi bidadari kedua Top? tonton aja filmnya ya...takut spoiler hehehe.....
  4. Suap menyuap dalam memudahkan segala urusan kelihatannya jamak dilakukan di Thailand dalam Film ini. Dalam beberapa kejadian hampir saja niat itu terlaksana. Tapi entah karena pihak yang mau disuap yang malah tersinggung dan malah menasehati atau karena hal lain, hal tersebut gagal. Wow, suatu pesan halus yang disisipkan oleh pembuat film tanpa kesan menggurui.
Overall, film ini layak ditonton terutama bagi anda yang mau memulai berwiraswasta. Siapa tahu bisa menjadi mood booster dalam menggapai keinginan. Selamat menonton.

PS:

  1.  If you notice, the real Tao Kae noi , Ittipat, is also appear in nearly at the end of the movie " The Billionaire".The shot of the Banking scene that the movie character Ittipat(Peach Pachara Chirathivat) walking by, and the real Ittipat is smiling to him. (This scene has a big applause from the Thai audiences)
  2. Tak perlulah aku keliling jecarda demi 7-eleven, sudah bersua dengan Tae kae Noi di alfamart kotabumi lampung..hehe

source gambar dan ps : kaskus  thread The Billionaire {2011} Thai Movie Portrays Young Seaweed 'Tao Kae Noi' Snack Tycoon oleh vxcell


penampakan si cemilan

the real Ittipat aka Top. (26 years at 2010)

6 komentar:

  1. wahahahaha baru nyadar pas papasan di bank itu Ittipat yg asli :D

    Tapi namanya film pasti ada efek dramatisasinya jg, contoh waktu nn. Pu dari 7-eleven kebagian Tao Kae Noi-nya yg tinggal 1 bungkus di dalem lift. Mungkin cerita aslinya ga gitu2 bangat.hohoho

    Satu lagi yg bikin lucu, tokoh pamannya, tua dan lugu.hahahaha

    menginspirasi, lucu, romantikanya juga ada.
    wajib tonton pokonya ^^b

    nice ripiu mas hesby,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, namanya film yan..musti didramatisir lah....btw thanx yee

      Hapus
  2. kayaknya keren tuh pilem,, tnx ya

    BalasHapus
  3. wah... filmnya benar2 menginspirasi..... nntonnya ja sampai merinding...... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren yaa, menginspirasi kita untuk gigih memperjuangkan apa yang kita inginkan :)

      Hapus