Sabtu, 12 Maret 2011

Dieng Plateu : Negeri di Awan



Tahu tidak kalau Jawa Tengah ternyata menyimpan potensi wisata yang luar biasa? Sebagai salah satu penduduknya, ternyata saya belum sepenuhnya menjelajahi setiap jengkal dari keseluruhan wilayahnya. Setelah browsing dan bertanya pada teman, akhirnya didapatlah satu tujuan traveling berikutnya yang dekat dan murah dari homebase saya di bulan Maret ini.. Tempat yang memiliki pesona misteri tersendiri, sering disebut Negeri di atas awan, Dieng Plateu..



Berbekal panduan arah dari Google Map di Samsung Android dan Daihatsu Sirion, kami berempat memulai perjalanan pagi hari dari Yogyakarta. Jalur yang kami tempuh adalah : Yogyakarta - Magelang - Temanggung - Wonosobo - Dieng

Karena berisikan kawan lama yang dahulu tergabung dalam satu organisasi waktu SMU, perjalanan terasa menyenangkan. Kota2 kecil yang kami lewati dengan jalanan mulus dan pemandangan khas kehidupan sehari2 dan cuaca cerah yang mendukung semakin membuat saya pribadi selalu merasa nyaman dan berharap suatu saat mendapat kesempatan untuk mengabdikan diri di daerah sendiri :)

Di tengah perjalanan, kita akan diapit dua pemandangan pegunungan yang menyejukkan mata. Di kanan kita Gunung Sindoro yang merupakan gunung vulcano aktif di Jawa Tengah akan menyambut kita dengan hamparan awan bak kapas putih. Tak mau kalah, di bagian kiri Gunung Sumbing pun memamerkan semburat pesonanya.




Memasuki daerah Dieng, kita akan disuguhi ijo-ijo dimana2..perkebunan teh, kentang atau buah naga..sungguh vitamin mata.. Dataran tinggi Dieng berada di ketinggian 2600 dpl.. kabarnya merupakan dataran tinggi kedua di dunia setelah Nepal. Dengan kondisi demikian, sungguhlah suatu kewajiban bagi pengunjungnya untuk membawa jaket atau sweater. Suhu udara yang rendah cenderung dingin menjadikan air wudlu serasa air es. Pastikan kondisi kendaraan dalam kondisi prima mengingat tanjakan dimana2..tetapi jalannya relatif mulus dan tidak menyusahkan karena adanya lubang.

Memasuki daerah plateu, mobil kami dikenai charge sebesar Rp.5.000,- entahlah dengan rinciannya karena tidak diberi bukti bayar.. Akan tetapi menginjak daerah Wisata, kita akan dikenai lagi karcis terusan sebesar Rp12.000,- per orang/kunjungan. Dengan karcis ini kita dapat mengunjungi 4 lokasi wisata. Tiap lokasi karcis kita akan dilubangi oleh petugas. Dari karcis ini kita bisa tahu kalau lokasi wisata dikelola oleh pemda Wonosobo dan Banjarnegara.

1. Telaga Warna dan Pengilon





Telaga Warna adalah point pertama dalam itinerary kami yang pertama.. lucunya untuk masuk, kami masih kena charge Rp.2.000,- per orang. 100 m dari gerbang, kita akan langsung disambut oleh paduan warna antara biru, hijau, putih yang menyelimuti air danau akibat aktivitas vulakanologi. Hm...sepertinya bagi yang mau photoshoot untuk koleksi postwedding, lokasi ini sangat mendukung






terdapat berbagai bunga atau tanaman cantik di berbagai tempat...entah yang sengaja ditanam atau ditata atau tidak. Berbagai foto di bawah ini merupakan contoh yang dapat ditemukan:










Bagi anda yang mau berniat untuk mengitari danau melewati jalan setapak sebelah kiri yang tersedia, harap berhati2, karena tidak terdapat petunjuk yang jelas untuk mengitari danau sehingga jarak yang ditempuh tidak dapat diperkirakan.. untungnya kami menemukan penduduk setempat sebagai tempat bertanya.. itupun ditambah jalan yang semakin menyempit dan tidak jelas hingga agak merasa yakin kalau tersesat sebelum sampai gerbang lagi.





Tapi bonus bagi yang mau menjelajah sekitar danau warna adalah pemandangan danau Pengilon yang mempesona. Mungkin tidak seperti Telaga warna di sebelahnya, danau ini relatif tidak berwarna sehingga bisa buat berkaca.. (mungkin ini asal usul namanya kali ya?)



2. Dieng Plateu Teather

Theater mini berkapasitas 100 orang ini masih berada di lokasi Telaga Warna..Dengan durasi film sekitar 23 menit, kita akan diajak menyelami seluk beluk misteri Dieng, yang dahulu juga dikenal sebagai tanah para Dewa.. Dari film pendek tersebut dapat diketahui bahwa Dieng terletak di 5 kabupaten dan pada sekitar bulan Juli-Agustus, suhu udara bisa sangat dingin hingga tanaman bisa membeku terbentuk es. Selain itu diulas juga berbagai aktivitas vulkanologi yang menyebabkan bencana alam bagi penduduk pada masa lampau. ( Jadi ingat Ketep Pass yang dan theaternya yang mengulas Merapi :)





note: bagi yang kelaperan, terdapat siomay di depan theater..tapi bayar tersendiri ya..mas2nya baik lho...buktinya mau motoin hehe....

3.Kawah Sikidang

Entah kenapa di point ketiga ini, saya tidak bisa berkata seperti Agnes Monica waktu jadi host red carpet AMA: "i'm excited..i'm excited" Bau belerang yang bagi saya seperti bangkai busuk membuat saya cuma bertahan 5 menit dan langsung balik ke mobil.. (sialnya si sirion ini sering ngambek power windownya dan pas dalam kondisi setengah terbuka..terhiruplah si bau gas) Terdapat kawah yang mengeluarkan gas yang sering berpindah2 di berbagai titik.. konon karena sering berpindah2 bagai anak kijang/kidang, maka diberi nama kawah sikidang






4. Kompleks Candi Arjuna

Ya...kompleks candi inilah yang merupakan ikon dari Dieng. Berada di suatu kawasan yang telah disulap rapi oleh Dep. Pariwisata, membuatnya bagai berada di atas awan akibat pemandangan berkabut di sekitarnya. Sebenarnya terdapat delapan kompleks candi.. tapi yang saya temui dengan masih berwujud hanya tiga. Arjuna, Gatotkaca, dan Bima.. tapi yang lokasinya paling fantastis ya Arjuna.. Didekat candi Gatotkaca sebelah tempat parkir (Atau Bima ya?) terdapat Museum Kailasa dengan berbagai Artefak kuno nya... Sayangnya si Museum kecil sudah menutup diri pukul 16.00 bbwi membuat saya hanya bisa mencuri pandang dari jendela museum yang agak terbuka tirainya..









Pukul 17.00 bbwi adalah waktu kami untuk mengakhiri rangkaian Rihlah Negeri di awan ini. dan bergerak menuju Wonosobo untuk berburu kuliner khas :P. Sebenarnya wisata Dieng terbagi menjadi 2, yaitu Dieng 1 seperti cerita di atas dan Dieng 2 yang meliputi Kawah Sileri, Sumur Jalatunda, Telaga Merdada, Pemandian Air Panas. Mungkin lain waktu dapat tersinggahi..

so, visit Dieng Plateu, Nepal van Java hehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar