Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 November 2014

Hot Wheels: Movie Collection


Boys...will be boys...

Tak peduli usia berapa pun, banyak kalangan dewasa yang biasa mengoleksi atau mengumpulkan berbagai barang yang biasanya dianggap "kekanakan" seperti action figure, komik atau hot wheels..

Nah, bicara mengenai hotwheels... rasanya tidak habis diulas di berbagai blog milik diehard collector.. Entah mereka memang serius untuk berinvestasi atau pun sekadar kepuasan pribadi. Mainan produksi mattel ini memang bisa dikoleksi semua orang. Dari pelajar hingga juragan pasar bisa dengan mudah memiliknya. Selain harganya relatif murah senilai dengan harga semangkuk soto betawi di Jalan Alur Laut atau sepincuk gado-gado bumbu kacang di Pasar Ular Permai, hampir setiap toko mainan atau minimarket terdekat menjualnya.

Nah, kalau anak kecil biasanya main hot wheels untuk balapan dengan teman di berbagai track khusus yang juga diproduksi untuk kepuasan berpacu adu kecepatan, para kolektor biasanya hanya membeli untuk dikumpulkan, dipajang, dan dipamerkan. Jangankan untuk balapan, dibuka kemasannya aja mereka bisa mewek2 ketakutan. Maklum nilainya bisa turun katanya.

Tapi bisa dimengerti sih kenapa para kolektor cinta mati dengan hot wheels. Ragam dan warnanya memang menarik. Walaupun kecil dan imut, hotwheels emang dibuat serupa dengan kendaraan aslinya. Jadi tak usah bermimpi untuk memiliki lambo layaknya Hotman Paris, anda pun bisa memiliknya. bahkan juga dengan berbagai merk mobil elite lainnya. Cuman gak bisa dinaiki aja sik..hehe




Setiap melihat mobil miniatur ini di toko mainan atau convinience store terdekat, hati terkadang tergelitik memiliki. Entah rayuan darimana, akhirnya terkadang terbayar juga di kasir. Lama-lama numpuk juga di pojokan kamar. Desain kendaraan yang bermacam-macam memanjakan mata setiap kali melihat detail bagiannya. Dari seri miniatur kendaraan asli hingga mobil konsep fantasi, semua menawan hati.

Memandangi berbagai hot wheels di rak pajang sebuah toko mainan memang menghibur. Bagi saya pribadi, saat ini cukup untuk menikmati berbagai ragam hot wheels di toko saja dan memilih selektif untuk membawa pulang satu dua di antaranya. Mengingat berbagai mobil atau kendaraan unik yang populer dari Film atau miniseri televisi terkadang diproduksi juga versi hot wheels, rasanya fokus terhadap tema itu asik juga..

Dan inilah beberapa koleksi saya saat ini. Masih sedikit sih.. tapi cukup menghibur hati saat suntuk menghadapi jatuh tempo kerjaan. Anda bisa menebak jenis kendaraan dan asal Film atau miniserinya? :)









Minggu, 03 Juni 2012

Tas yang Tertukar

 Kehilangan tas atau barang bawaan di bagasi pesawat memang menyebalkan. Saya sendiri sih belum pernah dan tidak berharap terjadi pada saat saya terbang via maskapai mana pun. Tapi bagaimana kalau yang hilang barang bawaan di dalam kabin atau tas yang ditaruh di locker yang terdapat di atas kursi? Saya pernah mengalaminya dan itu sungguh merepotkan.

Kehilangan tas ransel warna hitam itu terjadi tahun lalu ketika saya berada di Bandara Adisucipto Yogyakarta setelah menempuh sekian jam perjalanan transit Bandar Lampung- Yogyakarta dengan maskapai bernama salah satu kerajaan tempo dulu di Sumatra. Begitu pesawat landing dengan sempurna, biasanya penumpang akan buru-buru berdiri dan mengambil barang bawaan untuk kemudian antri menuju pintu keluar. Saya yang duduk di window seat merasa tak perlu bersegera keluar karena saya pikir toh tak akan lama. Begitu keadaan sepi saya pun berusaha untuk mengambil tas ransel hitam di  locker kabin atas kursi. Dan kagetlah ketika si tas andalan tak ada, dan  yang tertinggal hanyalah tas ransel hitam yang entah milik siapa.

Analisa saya cuman satu. Si pemilik tas yang tertinggal ini pasti salah mengambil tas ransel yang sekilas memang mirip dengan punyanya. Dalam keadaan seperti ini berpanik-panik ria sangatlah tidak membantu. Saya pun langsung turun dan menghubungi petugas untuk melaporkan kejadian ini. Untungnya para petugas siap siaga membantu dan berusaha dengan cepat menyebar untuk mencari penumpang yang masih ada di bandara dan terlihat membawa tas ransel hitam yang mirip. Tapi analisa saya ini bisa salah karena dalam pesawat yang sama juga terdapat beberapa penumpang yang cuman transit tiga puluh menit di Jogja yang kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Sayangnya hasilnya nihil dan tidak juga tertukar dengan penumpang Surabaya. Saya memang tidak menyalahkan petugas bandara atau kru pesawat karena memang murni bukan kesalahan mereka layaknya ketika barang hilang atau tertukar dalam bagasi karena ini memang barang bawaan di kabin. Ya sudahlah, pasrah saja sembari menunggu sebentar dan berharap penumpang yang salah bawa tadi kembali ke bandara untuk menukar barangnya. Malam yang semakin larut dan capek yang mendera membuat saya menyerah dan mengisi laporan di bagian lost and found dengan menitipkan tas yang tertukar tadi ke petugas dan tak lupa meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi sewaktu-waktu. Lagipula isi tas saya hanya baju show dari daging dan keperluan harian lain yang tidak bisa dinilai sebagai barang berharga. Mungkin bernilai lebih ke kenangannya karena tas itu hadiah dari selingkuhan atasan saya

Tengah malam ketika saya sudah siap untuk tidur, tiba-tiba saya dikagetkan dengan adik yang sedang berbicara dari telepon selular ayah. Ternyata itu berasal dari penumpang yang salah bawa tadi. Saya pun terheran-heran. Bagaimana mungkin yang dihubungi adalah nomor ayah, sementara yang ditinggalkan di bandara adalah nomor saya sendiri. Keheranan bertambah karena ia menelpon bukan dari bandara melainkan dari rumah saudaranya dan tas saya memang tidak ada identitas pemiliknya sama sekali.

Singkat cerita setelah janjian ketemu di bandara keesokan harinya, saya mendapat kembali tas ransel hitam andalan itu. Keheranan pun terhapus ketika mas-mas yang bepergian ke Jogja untuk suatu acara sesama pemilik mobil VW ini menjelaskan kronologis sampai bisa menelpon ke nomor ayah saya. Rupanya ia menemukan sim card bekas di salah satu kantong ketika ia berusaha menemukan identitas pemilik di tas. Ada beberapa nomor di sim card itu dan hanya kontak bernama "DAD" yang bisa dihubungi. Ia dengan sungguh-sungguh meminta maaf karena telah salah mengambil tas tanpa meneliti terlebih dahulu akibat lelah setelah seharian menempuh perjalanan dari Belitung. Walau pun musti balik lagi ke bandara yang berjarak sekitar setengah jam dari rumah, saya senang dan lega karena tas telah kembali.

Moral Story: Berilah identitas pada bawaan atau tas anda dalam suatu perjalanan sehingga kalau ditemukan orang lain akan memudahkan dalam proses pengembalian. Kalau diperhatikan, kebanyakan tas atau koper yang dijual di pasaran terdapat label atau isian identitas pemilik yang dijahit menyatu atau berbentuk kartu terpisah. Tas saya yang tertukar pun ternyata ada label tersebut. Karena menyepelekan hal tersebut dengan tidak mengisinya, sang penemu tas saya tidak berhasil menemukan identitas pemilik. Beruntung ada simcard yang ditemukan dan terdapat kontak yang bisa dihubungi. Kebetulan kontak tersebut adalah ayah saya dan diterima oleh adik ketika dihubungi. Kebetulan lagi karena ayah dan adik lah yang malam itu menjemput di bandara dan tahu kejadian tas saya yang tertukar, sehingga tidak kebingungan ketika malam-malam ada penelpon tak dikenal yang mengaku memiliki putri tas yang tertukar.


Senin, 14 Mei 2012

Buku Murah di Metro Fair.



Awal Mei adalah saatnya Kota Metro menyulap dirinya menjadi meriah dan semarak. Di bulan itu memang terdapat hari jadinya yang diperingati setiap tahun. Tak mau kalah dengan Jakarta Fair, di sini terselenggara Metro Fair. Ya..isinya sih semacam Jakarta Fair, tapi versi mininya ya kalau gak mau dibilang kw 10 nya hehehe.. Itu pun skala ramenya udah bikin macet jalanan karena daerah-daerah di sekeliling Metro ikut bersukacita dalam menikmati even tahunan ini

Salah satu stand yang buka adalah Gramedia. Kenapa istimewa? karena Gramedia hanya terdapat di Bandar Lampung sob.. Letaknya sejam perjalanan dari Metro. Karena tahu isi "Pekan Raya Metro" bakal itu itu wae, saya menyempatkan diri untuk mampir dan langsung menuju ke Gramedia.. Ya...bookstore is always be my playground :)

Dengan embel-embel buku murah di mana-mana, jangan harap bakal nemu buku yang lagi populer nangkring di tumpukan. Biasanya sih buku-buku cetakan lama yang kurang laku. Tapi kalau lagi beruntung, bisa tuh dapet buku oke dengan harga miring. Jadi teteup tajamkan penglihatan anda yaaa..

Hasil berburu kilat tak sampai sejam kali ini menghasilkan 10 buku dengan total harga Rp.88.000,- Salah dua buku yang saya peroleh adalah buku Roald Dahl dengan harga Rp.5.000,- per buah. Lumayan bukan?

p.s: the picture is taken by instagram

Jumat, 17 Februari 2012

Prize from ATRIA





Pada tanggal 23 Januari 2012, saya iseng mengirimkan review dunsa via blog link ke twitter penerbit ATRIA untuk diikutkan dalam lomba review buku. Tak dinyana tak diduga, beberapa hari kemudian saya dimention bahwa saya termasuk tiga orang yang review bukunya dipilih oleh Vinca Callista si pengarang buku dan Penerbit Atria. Wow surprise lah saya... karena pengiriman review ke lomba pun pada pukul 10 malam hari terakhir batas waktu pengiriman.


Kejutan tak sampai di situ karena ternyata saya berhak mendapatkan sejumlah uang dan satu voucher yang bisa ditukar dengan buku apa pun yang terdapat di katalog ini . makin happy dan berbunga-bunga lah perasaan ini haha..


Setelah menimbang, mengingat, memilih, dan memperhitungkan dengan seksama #berasaUU, akhirnya terpilihlah 6 buku seri klasik ini sebagai penukar voucher:



1. Alice in Wonderland by Lewis Carrol


2. Heidi by Johanna Spyri


3. The Wizard of Oz by L. Frank Baum


4. Hansel and Gretel by Grimm Brothers


5. Treasure Island by Robert Louis Stevenson


6. Gadis Korek Api by H.C Andersen


Nanti kalau lagi mood, mungkin saya review satu-satu deh hehe :P . Terima kasih Vinca Callista dan Penerbit Atria.

Rabu, 11 Januari 2012

Ngakak ala Nguping Jakarta






Saat ini blog adalah salah satu media bagi masyarakat untuk menyalurkan opini, pendapat ataupun bakat terpendam dalam bentuk tulisan. Ribuan blog dengan berbagai genre maupun gaya penulisan telah tercipta di dunia maya. Ada yang serius membuat tampilan mau pun konten hingga menarik ribuan pageviews, dan ada pula yang asal-asalan hanya copy paste sembarang tempat. Tentulah blog dengan tingkat original yang tinggi akan mendapat apresiasi yang baik pula dari pembaca.

Saat ini pun beberapa penerbit buku ternama telah melirik beberapa blogger untuk membukukan tulisan mereka. Langkah ini selain akan membuat si blogger semakin terkenal dan mendapat sejumlah royalti, tentu akan menambah jangkauan pembaca dari karyanya. Maklum saja, tidak semua orang melek internet toh? Dan akan menjadi alternatif bagi beberapa orang yang lebih nyaman membaca dalam bentuk cetakan daripada digital *ngacung*

Salah satu contoh blog dengan gaya humor yang mampu melepaskan rasa suntuk dan bosan dari tumpukan kerjaan di kantor adalah http://ngupingjakarta.blogspot.com/ Setiap membaca rangkaian dialog absurd di dalamnya, saya akan cekikikan di kubikel saya atau minimal senyum-senyum simpul sendiri. Hal tersebut terkadang cukup menjadi moodbooster untuk kembali menekuni rutinitas pekerjaan #sambilmelihattumpukankerjaan #menghelanapas

blog ini merupakan dialog2 absurd yang dikumpulkan dalam nguping.jakarta@gmail.com oleh kuping kiri dan kuping kanan dengan mengambil inspirasi dari situs luar negeri "Overhead in New York". Kuping Kiri dan Kuping Kanan? yaa.. demikianlah dua orang pelopor ngupingjakarta ini menyebut dirinya.


Judul: Nguping jakarta
Penerbit: B First, Yogyakarta
Penyunting: Isman. H Suryaman & Primadonna A
Gramedia Lampung, 06 Januari 2012, IDR. 44.000,-


Published with Blogger-droid v2.0.3

Kamis, 08 Desember 2011

View from the top











taken with: Galaxy Tab 7" (not plus :p)






September, Oktober, November adalah bulan-bulan sibuk...


Sejumlah rupiah pun bergulir untuk menebus ribuan mil



Sensasi negeri di awan tercipta, begitu kaki terhempas ke atas...

Kamu dapat menciptakan fantasimu sendiri,

berharap bidadari atau pegasus melintas?

tanpa batas....















location : between lampung-jakarta-jogja (depart and return)

Senin, 05 Desember 2011

New Logo


Pagi ini dapet kiriman gambar dari sepupuku yang baik hati: Mas Burhan..sang desainer grafis jempolan (haha...njilat dikit ya mas)..

rencananya sih buat header blog ini, tapi sayangnya mas Burhan ini ngirimnya satu file dengan berbagai logo dalam format pdf...

mengingat kedudulan saya yang gaptek ini, bingung sudah mau ngunggah ke blog...biasanya saya pake format jpg..

atas saran seorang teman, gambar tersebut saya buka pakai photoshop terus save as jpg...bisa sih...tapi misahin gambarnya gimana? masak dicrop manual satu-satu? kecil dong kualitas gambarnya.... ada saran?







gambar di atas hasil crop manual salah satu gambar pake photoscape...

Kamis, 17 November 2011

bye for galaxy ace





food for the soul






Setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan... Dunia ini tak ada yang abadi. Begitu juga dengan my galaxy ace...*lebay.




Setelah menimbang, merenung, dan memikirkan masak-masak,... akhirnya diputuskanlah untuk melego si beautiful android. Tentu saja kehadirannya dalam menemani hari-hari saya akan digantikan dengan yang lain...





Beberapa snapshot ini adalah kenangan yang dihasilkan. Nantikan karya-karya lain dengan sang pengganti :)







the desk for life










an icon









bundaran HI of Lampung










gundam from central park









the aromatherapy










daily "apel"










garbarata










prameks

Jumat, 29 Juli 2011

Playing with Ace



ikal's signature





Teknologi handphone saat ini berkembang luar biasa, dari semua kelebihan2 yang ditawarkan, saat ini saya lagi senang2nya dengan fotografi handphone. okelah..i am not the expert, but it's really fun :)




Gambar-gambar ini dihasilkan dari aplikasi2 android dari handphone samsung galaxy ace. Banyak aplikasi2 gratisan yang ditawarkan gratis di android market. mau gaya retro, sephia, lomo...semua ada. Dan praktisnya lagi bisa langsung capture, edit, share..




Beberapa aplikasi yang saya install: Actionsnap, Camera fun, Retrocamera, Vignette demo, Photoshop, Camera Illusion..


Semua sih yang gretongan, kalo mau yang berbayar pasti lebih mantap hehe




pin on dispenser





statue from the palace






daily energy








tetikus unyu








Kamis, 26 Mei 2011

book lesson

Dari buku, saya belajar tidak mengecap seseorang baik atau buruk sampai paham betul alasan mereka, nilai yang mereka anut, dan budaya yang membesarkan mereka dalam berperilaku.
Published with Blogger-droid v1.6.7

Sabtu, 23 April 2011

Tanah yang Ditukar



Ternyata tak hanya ada sinetron "Putri yang Ditukar"
Ada yang tahu maksudnya?

Senin, 03 Mei 2010

Cinemags (adv)

why i love cinemags so much?

Pertama kali melihat cinemags adalah ketika saya masih kuliah tingkat pertama. Awalnya seorang teman membawanya ke dalam kelas dan meminjamkannya. Kesan pertama begitu menggoda..Ya... Awalnya tertarik karena mengulas Film Spiderman-2. Karakter film yang begitu saya sukai waktu itu. Selain itu artikel serta gambar mengenai seluk beluk film yang diulas secara menarik dan ringan dibaca ditambah dengan bonus exclusive yang terdapat di dalamnya membuat saya langsung jatuh cinta dan memutuskan untuk mulai membacanya secara teratur.

Bukan hal yang mudah untuk tetap terus mengikuti atau membeli cinemags secara rutin. Maklum, sebagai mahasiswa dan anak kost uang senilai harga jual majalah sangatlah berarti.
Dan demi Cinemags, saya bahkan rela nabung dari uang makan harian atau dengan kata lain menghemat uang saku kiriman orangtua. Tetapi semua itu terasa sepadan dengan kegembiraan ketika Cinemags berada di tangan.

Dari waktu ke waktu cinemags telah menemani. ketika hati sedang merasa jenuh dan bosan, Cinemags mampu memberi hiburan dan menyegarkan mata. Berita serta ulasannya pun mampu menjadi referensi jempolan ketika bingung dalam menentukan film pilihan yang akan ditonton di bioskop. Obrolan ringan sehari-hari dengan teman-teman pun makin berbobot karena pengetahuan seputar perfilman yang saya dapat dari cinemags.

Cinemags selalu memberikan bonus. Poster selalu ada pada setiap edisinya. Beberapa poster pilihan saya selalu terpajang di dinding kamar dan berganti seiring dengan waktu dan suasana hati. Bonus tambahan lain dipastikan ada. Entah itu pembatas buku, kartu film, atau bonus khusus yang sangat layak dikoleksi seperti One Ring dari edisi LOTR, Syal atau tongkat sihir dari edisi Harry Potter.

Penampilan serta kemasan Cinemags berkembang secara kreatif. Contohnya lihat saja pada edisi Mei 2010 dimana sampul dengan gambar dari Film Iron Man 2 terlihat atraktif dengan logo yang dicetak dengan tinta Glow in the dark, atau pada edisi ke-100 yang menyisipkan 100 most influential movies beyond times dalam bentuk majalah tersendiri

Saya sendiri pernah mencoba beralih dengan majalah sejenis di pasaran. Tetapi akhirnya tetap kembali ke Cinemags yang tetap terasa pas dengan seluruh komposisinya sebagai majalah Film terbaik di Indonesia.

Tidak terasa tujuh tahun berlalu...saya pun tidak perlu berhemat lagi untuk membelinya karena telah bekerja dan memperoleh penghasilan. Walaupun kini bekerja di kota kecil yang notabene tidak ada bioskop dan memperolehnya musti menempuh jarak 80 km ke ibukota, Cinemags tetap setia menemani. Satu hal yang pasti, perasaan gembira tetap tak berubah ketika baru memegang edisi terbarunya. I love Cinemags.

*postingan ini buat dikirim ke Cinemags..semoga dimuat :)

Kamis, 18 Maret 2010

Berharganya Waktu.


Beberapa hari yang lalu saya bermimpi. Dalam mimpi, saya diputar kembali ke masa lalu. Tepatnya pada tahun 1998. Seperti dalam adegan Film, semua orang di sekitar saya seperti kembali ke tahun tersebut. terkecuali saya dimana jiwa tetap berada di masa kini, sementara raga balik seperti 12 tahun ke belakang.

Entahlah..tetapi perasaan dan hati merasa senang sekali. Seperti mendapat kesempatan kedua..Kesempatan dalam hidup yang bisa merubah segalanya. Berubah ke arah yang lebih baik dan tentunya melakukan hal2 yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Sejuta janji dan konsep hidup yang lebih baik segera tersusun dalam benak diri. Rasanya segera tak sabar memulai awal hidup yang baru. Hubungan dengan orang lain terutama orang2 sekitar yang tersayang akan lebih harmonis.

Kualitas pendidikan dalam diri akan lebih terjaga dalam kondisi optimal. Baik pendidikan formal di jenjang sekolah, maupun pendidikan informal yang bisa didapat di lingkungan sekitar.

Dan yang terpenting, ingin sekali memperbaiki sedari dini hubungan hakiki dengan Sang Pencipta

Berbagai program untuk merealisasikan janji segera terbayang. Ingin Mendapat Predikat Terbaik di Sekolah serta dengan belajar lebih rajin, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar di negeri orang demi masa depan yang lebih baik.Ingin menambah kemampuan memainkan alat musik dari tingkat amatir ke tingkat ahli. Ingin memperdalam berbagai bahasa asing, dan semakin serius dalam menambah kemampuan beladiri dan olahraga. Ingin Hafidz Alquran. Ingin membahagiakan orangtua dan sekitar dengan beragam prestasi hidup yang membanggakan. Dan ingin berjuta hal lainnya.

Tapi semuanya itu langsung kandas begitu pagi menjelang...dan jiwa raga menyatu kembali ke masa sekarang.

Memang waktu tak dapat diputar ulang. setiap detik yang terlewat, setiap menit yang berjalan dan setiap jam yang berlalu..terasa begitu berharga. kata2 "andaikan", "jika saja dulu", dan berbagai rasa sesal karena tidak memanfaatkan waktu langsung tercampur aduk dalam diri.

Jumat, 08 Januari 2010

Salah Satu Fase Hidup Baru


".... Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Qs 2:216)

Kamis, 22 Oktober 2009

ORIGINALE VS PIRATE VS DOWNLOAD



Setelah puas jalan2 bersama dan mengantarkannya pulang, saya membelokkan supernova ke arah bangunan dengan tulisan "Ultra disc" dalam box menyala berpendar kekuningan di kegelapan malam..

Yah...salah satu spot favorit saya di kota ini adalah rental VCD Originale (walaupun tak jarang meluangkan waktu ke rental DVD yang beraura Glodok)...Karena yang asli menyuguhkan subtitle bahasa ibu dengan sempurna sehingga dapat memahami alur film dengan nikmatnya tidak seperti yang pirate yang menjanjikan subtitle indo tapi yang keluar bahasa planet milik negeri jiran...atau sok-sokan pake English tapi kata2 yang keluar beda dengan pengucapan tokohnya.

Begitupun kalau kita download film...ada file yang berformat srt tapi belum tentu memudahkan karena untung-untungan dapat kualitas tata bahasa yang baik...paling sempurna sih dapet downloadan yang ngopi dari yang originale..puas, murah, meriah, senang :)

so...keputusan tetap di tangan anda dalam menikmati film...semua punya kelebihan dan kekurangan.

FYI: yang murah format DVD dan originale...sekarang tersedia dengan harga 15.000..biasanya keluaran TOP movie entertainment atau Gramedia pun sering ngadain sale hingga harga vcd original yang 50.000 bisa turun drastis jadi 5000 --kemarin dapet Great Expectation nya Gwineth Paltrow cukup 10.000 saja--..( lumayan sering beli walau masih mimpi beli paket box Godfather dan Band of Brother yang harganya ratusan ribu itu...^^)

note: this review dedicated to "Lampung Tax Movie Club"

Rabu, 30 September 2009

BATIK









Bogor - Akhirnya dunia mengakui batik merupakan salah satu warisan umat manusia yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia. Pengakuan serta penghargaan itu akan disampaikan secara resmi oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO).

"Pengakuannya pada 28 September nanti dan penghargaan resmi pada 2 Oktober di Abu Dhabi," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie di Istana Bogor, Senin (7/9/2009). Detiknews.com

Menurutnya, pengakuan UNESCO itu diberikan terutama karena penilaian terhadap keragaman motif batik yang penuh makna filosofi mendalam. Di samping itu pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk lindungi dan melestarikan warisan budaya itu secara turun menurun.

Atas perkembangan ini Presiden SBY menyambut baik kabar tersebut. Sebagai bentuk apresiasi baik terhadap batik dan penghargaan UNESCO itu, Presiden SBY meminta seluruh warga negara mengenakan batik pada 2 Oktober 2009.

"Orang lain bisa saja klaim batik, tapi dunia tahu kalau batik adalah milik Indonesia," tambah Menbudpar Jero Wacik pada kesempatan sama. (detiknews.com)

Hm.. berita ini mungkin agak melegakan masyarakat Indonesia, setelah beberapa saat kemarin dibuat panas dengan sejumlah berita yang menyatakan klaim Negara lain atas beberapa kebudayaan Asli Indonesia.

Tapi sebenarnya apa sih yang telah kita lakukan sebagai wujud bangga kita terhadap ribuan kebudayaan nusantara tercinta ini?. Sudah berperan aktif atau mungkin hanya sekedar teriak-teriak begitu mendengar klaim dari Negara lain (yang memang kurang ajar itu..he)

Yah..saya sendiri juga menyadari bahwa kebanyakan kita (apalagi kaum muda) lebih tertarik nonton “Safa dan Marwah” atau “Cinta Fitri” daripada pertunjukan tari atau wayang di TV (otomatis buru2 pencet remote buat ganti chanel..:p). Bahkan mungkin kita lebih hapal jalinan cerita dalam Smallvile (akui deh…^^) atau Prison Break daripada alur cerita Epos Mahabarata atau Naskah Negara Kertagama versi Majapahit. Dan kalau ibu2 socialite (bukan pekerja social nih..coba tanya Santo..Hi.hi..) lebih akrab dengan Louis Vuitton atau Prada daripada Danar Hadi atau Allure

Contoh lain adalah ketika saya mudik, orang berbondong-bondong melampiaskan nafsu hedonis mereka ke plaza atau mall terdekat ( syirik : mode on ) daripada menyediakan waktu buat menonton Sendratari Ramayana di Candi Prambanan.. (Malah bule-bule yang asyik memenuhi tempat duduk). Dan ketika saya sedang hunting buku di bandara atau toko buku impor, saya menemukan buku-buku tentang batik, gamelan atau keris diulas secara mendalam dan lengkap oleh orang luar yang notabene tidak ada darah asli Indonesia tapi tulus mempelajarinya untuk melestarikannya agar tidak punah.

Okelah saya akui kalau kemasan terhadap kebudayaan kita emang tidak menarik dan membosankan.( Salah satu contohnya adalah penanganan museum seperti yang telah saya tulis pada posting sebelumnya). Tapi mungkin itu PR buat kita kaum muda untuk mulai dari dasar mencintai kebudayaan kita tentu saja dengan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi ciri khas serta jati diri bangsa sejati, sehingga orang juga akan tahu kalau ada klaim lagi karena sudah terekam dalam benak mereka secara otomatis.

Contoh Pengemasan budaya yang menarik bagi kaum muda dan bisa kita tiru adalah kalau kita melihat kimono atau Sari, pasti Negara Jepang dan India langsung terbayang. Negara Jepang dalam komik-komiknya banyak menampilkan tokohnya yang terbalut dalam busana nasional (Jadi teringat Rei Hino si Sailor Mars yang diperankan oleh si cantik Keiko Kitagawa dalam serial live actionnya). Kalau India tentu saja dengan film-film khas mereka dengan tarian dan busananya (yang kalau kita tonton lebih lama dari bikin supermie, mulai dari beli di warung kemudian masak air motong sayuran dan mecahin telur, menunggu mateng, menikmatin habis sampai nyruput kuahnya dan mencuci mangkuknya pake mama lemon..anak kos: mode on)

Mari kita mulai memikirkan langkah konkret apa yang bisa kita sumbang untuk negeri kita tercinta. Karena mengutip statement dari Obin di Majalah National Geographic Traveler edisi September 2009 (lagi suka banget nih ama majalah ini) :

“Bagi sebagian orang, mungkin dianggap kuno. Padahal tradisi adalah persoalan budaya yang mengalir dalam darah dan kesadaran. Sementara modern, adalah cara berpikir dan pendekatannya saja”.

Note: ditulis dengan memori flashback masa kecil penulis yang seringkali dihabiskan di Pasar Klewer Solo.

this blog entry is dedicated for personel lante 3 sebelum kantor modern terutama mas Inal nun jauh di sana yang paling kece yang ada di foto ..:p.. serta Mbak Rohayati Eka (kapan nyusul?)

Senin, 21 September 2009

Thanks to Communication Technology



Lebaran identik dengan silaturahmi.

Bagaimana tidak?
di saat kehidupan sehari-hari tidak memungkinkan fisik untuk bersua,
di saat jarak dan waktu serta kesempatan belum bertemu untuk mengikat tali silaturahmi..

Seperti tahun-tahun sebelumnya..silaturahmi menjadi agenda prioritas dari keluarga saya..Terlahir dari dua keluarga besar menjadikan momen lebaran begitu berkesan setiap tahunnya.. Ada kerinduan yang terlampiaskan saat bisa bersua dengan saudara, teman, sahabat, keluarga yang telah lama terpisah

Tapi tetap saja ada satu dua anggota keluarga yang tidak bisa hadir walau telah terancang (dengan capeknya..he..he) acara akbar Halal bi halal keluarga besar ( kayaknya tradisi ini hanya ada di Indonesia deh).

Dulu kami hanya mengandalkan kartu lebaran atau telepon untuk wakil diri dalam berkomunikasi. Zaman yang berkembang melahirkan teknologi2 baru yang makin canggih dalam berkomunikasi. Contohnya saat saya berkunjung ke rumah pakde saya di Mlinjon.

Anak-anak beliau yang udah gede2 kumpul semua (jarang-jarang lho..mengingat semuanya berpencar dengan suksesnya ke seluruh Indonesia). Hanya ada satu yang sedang bermukim di negerinya Fujiko F Fujio mengikuti suaminya yang sedang studi S3 disana.

Lucunya di dekat meja kamar tamu terbuka laptop yang sedang connect dengan berbagai aplikasi jejaring sosial seperti twitter, fb, ym dan lain2. Jadinya saya dan adik sibuk mengajari ayah dan bunda (berasa judul majalah..he) berkomunikasi via webcam untuk mengetahui kabar terbaru keponakan mereka.

Tiba-tiba dalam benak saya terpikir, gimana ya kalo silaturahmi lebaran semua diganti via dunia maia (of course not mulan..:p ) aja ya?

Ada keuntungannya:


  1. Hemat dalam biaya dan ongkos (harga tiket pesawat gak bersahabat banget..kira2 kek, tapi Air Asia save my day..he)

  2. Tidak ada rasa gak enak ati capek basa-basi (apalagi klo berkunjung ke rekan keluarga yang mengharuskan jaim terjaga sepanjang acara)

  3. Irit dalam hal menyediakan konsumsi ( secara kalo silaturahmi kan kudu ada makan2nya ye..)

  4. Gak repot nukerin duit baru yang gres. Anak kecil zaman sekarang udah melek duit aja, dikasih yang mirip duit monopoli (tau dong sama duit baru) malah bilang "om yang biru aja tuh" (sambil nunjuk gusti ngurah rai) ato "yang dollar juga boleh"(sambil nunjuk lembar 5 dollaran satu2nya yang jadi jimat di dompet..). Sapa sih yang ngajarin..Dezigh..
Ada juga kerugiannya (baca kekonyolannya)


  1. Gak bisa kuliner dari door to door (Yah apalagi makanan ala desa asli plus kerupuk tanpa msg di tempat eyang buyut nun jauh di gunung sana..he.always ngangenin.)

  2. Lagi asik2 minal aidzin tiba internet2 connection error or lemot.

  3. Kurang sah ya kalo gak cipika-cipiki

  4. Udah gak dapet angpao lagi (hal ini gak berlaku lagi buat saya.. tapi ada solusi transfer kan..)

  5. Mati lampu (ini mah langganan klo di metro..emang PLN nya gajebo)
He..he..cara tradisional tetep lebih berkesan kok.

Note : for my big bro yang hari ini ulang tahun...Wish u all de best.

Minggu, 20 September 2009

Iedul Fitri 1430 H








Suara takbir menandakan Ramadlan telah berakhir.
Selalu ada kerinduan yang membuncah dalam dada untuk merasakannya lagi..
Setiap insan menginginkan tahun depan bisa bertemu dengan kualitas diri yang lebih baik..

Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf..
Bila dalam berkata terangkai dusta
Bila dalam langkah membekas lara
Bila dalam hati penuh prasangka
dan bila dalam bertindak menoreh luka...

Dari lubuk hati yang terdalam,
Hanya mengharap terbukanya pintu maaf...
Semoga kita bisa saling berbagi dengan ketulusan hati.

Selamat Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Note: Lokasi foto adalah Masjid Al Furqon Bandar Lampung taken by Sony Cybershot W-170..

Rabu, 09 September 2009

Mommy


Pada tanggal 9 bulan 9, Aku melewati tambahan satu tahun usiaku, sekaligus berkurang umurku..Terlebih tahun ini begitu unik..tiga deret angka 9 berjajar bertepatan di bulan penuh Maghfiroh..Ramadlan. Tapi bukan itu yang terpenting.

Banyak hal yang telah terjadi, berubah..dan itu tak bisa dihindari. Ucapan salam dan selamat mengalir dari beragam media...Ucapan yang berarti perhatian, harapan, dan doa. Tapi ada satu ucapan yang konstan, ucapan yang paling tulus dari hati yang selalu hadir...selalu ditunggu..ucapan dari Mommy.

Beliau tak pernah lupa...doa selalu teriring..sampai detik ini

Kalau dipikir bukan seorang anak yang paling pantas menerima semua ucapan itu. Mommy lah yang berhak, Akulah yang seharusnya mengucapkan terima kasih.. Pasti klise kalau hanya masa mengandung selama 9 bulan lebih disebut sebagai alasan..padahal tidak. Perjuangan yang mulia itu ditambah dengan bergunung, berlaut, berjagat...jasa, pengorbanan, perjuangan dan air mata sukar untuk ditebus dengan apapun...priceless

Supermom, tak terbayang apa yang bisa kudapat selama ini dan kulalui tanpamu..Aljannatu tahta aqdamil ummahat..surga itu berada di telapak kaki ibu..derajatmu tiga tingkat dibanding bapak

Mommy you are the miracle of my life, my guardian angel, always my fav superhero..