Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juli 2012

Keripik Pisang Kepok Dwi Putra Lampung (adv)



Jogja terkenal dengan bakpia, Semarang tersohor dengan lumpianya. Begitu pun Garut yang mulai menampilkan Chocodot dan Palembang yang melekat dalam ingatan dengan Pempeknya. Lalu apa yang menjadi ciri khas Lampung sebagai buah tangan kepada sanak saudara, handai taulan, atau calon mertua?

Keripik pisang. Penganan ringan nan murah meriah ini telah menjadi ciri khas di bumi ujung Sumatera. Walau bukan mutlak karena ada jenis oleh-oleh lain yang mendunia seperti kopi Luwak dari Lampung Barat atau kerupuk kemplang dengan teknik panggang.

Saking udah terkenalnya di Lampung, keripik pisang ini seolah tak mau berpisah dengan gerai oleh-oleh yang tersebar di seluruh kota di Lampung. Di mana ada toko penganan, pasti ada keripik Pisang yang terpajang manis di situ. Berbagai merk yang beredar di pasaran terkadang membingungkan pelanggan untuk memilih sesuai dengan selera. Saya sendiri setelah bertahun-tahun berdomisili di Lampung, baru menemukan satu merk keripik pisang yang benar-benar enak dan pas di lidah. Pendapat saya ternyata disetujui oleh orang-orang terdekat saya yang selalu saya bawakan merk ini sebagai tanda kasih ketika pulang. Merknya adalah Keripik Pisang Kepok Dwi Putra.

Keripik Pisang Kepok Dwi Putra memiliki keunggulan daripada yang lain. Dari segi bahan dasarnya, merk ini memilih pisang kepok yang terbukti merupakan jenis pisang yang paling pas untuk keripik.Belum lagi dengan varian rasanya yang beragam, tentu akan memanjakan lidah para penikmatnya. Terutama bagi yang berprinsip "karena rasa adalah segalanya" Favorit saya sih rasa Coklat dan Melon. Rasa bubuk krim yang melekat di setiap kepingan kripiknya terasa meleleh di lidah. Hingga tak berasa satu plastik seukuran 250 gram langsung tandas dalam sekejap. Satu kenggulan lagi adalah sudah terdapat cap dari MUI dan izin kesehatan dari Dinas Kesehatan. Halal dan Aman bukan?

Lalu bagaimana dengan anda yang jauh dari Lampung? apakah harus mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu untuk menyecap kenikmatan dari Keripik Pisang Kepok Dwi Putra? FYI, keripik ini diproduksi oleh PD Dwi Putra, suatu perusahaan yang beralamat di Tulang Bawang Barat Lampung. daerah yang relatif jauh dari Bandar Lampung sebagai ibukota propinsi. Solusi pertanyaan di atas adalah belanja online melalui blog beeindaclub

Di zaman serba internet ini, blog beeindaclub bekerja sama dengan Toko Oleh-oleh khas Lampung "Kriuk" di kota Metro berusaha untuk menjawab keinginan anda yang berdomisili di luar Lampung tapi ingin menikmati renyahnya Keripik Pisang Kepok Dwi Putra sebagai cemilan pendamping minum teh sore anda melalui online shopping.
Keripik Pisang Kepok Dwi Putra terdiri dari 3 jenis ukuran kemasan dan 10 varian rasa.

Jenis ukuran kemasan: 250 gr, 500gr, dan 1000 gr.

Varian Rasa: Asin, Keju, Susu, Manis, Mocca, Melon, Coklat, Balado, Strawberry, dan Choco Coffee. 

Harga :

250  gr Rp.14.000,-
500  gr Rp.24.000,-
1000 gr Rp.44.000,-

Harga di atas belum termasuk ongkos kirim (JNE dari Metro Lampung)

Bagaimana cara pemesanannya?
  1. Ketik pesanan anda dari jenis ukuran kemasan, varian rasa, dan jumlah pemesanan  beserta alamat anda via sms atau Whatsapp ke 08987736775 atau 08982261990 dengan Hasbi atau via email ke beeindahood@gmail.com
  2.  Kami akan memberitahukan ketersediaan barang dan jumlah yang harus ditransfer via Bank Mandiri, Bank Danamon, Bank Syariah Mandiri, atau Bank Muamalat sesuai dengan pilihan anda
  3. Setelah anda melakukan proses transfer konfirmasikan pesanan anda via sms, email, atau whatsapp di atas, 
  4. Insya Allah proses pesanan akan diproses secepatnya 
  5. Anda tinggal duduk manis menanti pesanan :)
Lalu apa kelebihan lain dari memesan online Keripik Pisang Kepok Dwi Putra via  blog beeindaclub?

Untuk setiap pesanan anda, sebagian besar keuntungan yang didapat dari penjualan blog beeindaclub akan didonasikan di dunia  Pendidikan anak yang kurang mampu melalui Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam di Klaten Jawa Tengah.

So, tunggu apalagi? segera belanja dan beramal dengan belanja online Keripik Pisang Kepok Dwi Putra via blog beeindaclub. Ditunggu yaaa.  ^ ^ V

(MAAF, PENJUALAN KRIPIK SEMENTARA LIBUR) 
 




Minggu, 08 Januari 2012

Waroeng Diggers





Diggers 2012 brand ambassador :p




Menikmati kerlap kerlip malam di Bandar Lampung sambil hang out bareng teman memang nikmat rasanya. Salah satu lokasi yang hits di ibukota Lampung adalah Waroeng Diggers. Tempat makan yang dirancang di ketinggian ini memang menawarkan pemandangan malam yang berhias ribuan bintang dari gugusan lampu sebagai andalan.



Hidangan yang disajikan pun beragam. Mulai dari empek-empek, mie goreng, somay, hingga berbagai varian nasi goreng siap mengisi perut yang keroncongan. Jangan lupa untuk mencicipi es krim gorengnya yang bakal memanjakan lidah anda.

Memang agak diperlukan kesabaran untuk menunggu pesanan anda datang. entah karena kedatangan saya memang selalu pas peak hour, atau itu memang trik dari si pengelola waroeng agar pengunjung lebih lama menikmati suasana dan pemandangan sembari memaksimalkan level keroncongan agar makanan terasa semakin nendang :p

Apalagi yang ditawarkan Diggers? aktifitas menikmati view sambil ngobrol dengan rekan semakin asyik dengan iringan musik terkini. selain itu, saat saya datang ke sana kebetulan sedang terpasang layar lebar yang menayangkan pertandingan sepak bola. hmm... acara Nontong bareng dengan komunitas ternyata memang sering diadakan di tempat ini.

Dengan berbagai hal yang ditawarkan, tak heran kalau Diggers selalu ramai ketika malam hari. Apalagi kalau malam minggu, dijamin yang sedang galau akan semakin galau kalau melihat suasana dalam waroeng diggers.. hehe :)




Waroeng Diggers: Jl Way Sungkai, Kompelek Besi Baja,Pahoman Bandar Lampung (0721) 472164

this post is dedicated to wisnu, finally visit this resto after 5 years :p



Rabu, 14 Desember 2011

Gudeg Kalengan Bu Tjitro







Salah satu warisan kuliner asli Indonesia yang paling khas adalah gudeg. Kalau dengar gudeg, pasti ingat Jogja. Gudeg dan Jogja memang tidak bisa dipisahkan, bagaikan Romeo dan Juliet, Sungai Nil dan Mesir, atau Spongebob dan Patrick..hehe



Namun bagaimana dengan kolega kita yang sedang bermukim untuk belajar atau bekerja di Ibiza Spain, atau saudara seiman nun jauh di Timbuktu sana ingin mencicipi barang sesuap dua suap kelezatan makanan khas yang rasanya tidak kalah unik dengan rendang ini?



Bu Tjitro, sebagai salah satu restoran gudeg di Jogja yang telah kondang dan terkenal sejak 1925, telah membuat trobosan baru dengan menciptakan gudeg dalam kemasan kaleng.




Apa? kaleng? ya... anda tidak salah baca. bagaikan sarden atau kornet, si gudeg ini tak kalah cantik dan praktis terkemas rapi dalam kaleng kecil mungil 250 gram saja. Jadi tidak perlu repot untuk menatanya dalam koper louis vuitton kw 3 anda, atau mengirimnya ke luar negeri via pos




Dengan porsi yang cukup untuk satu sampai dua piring nasi, cukuplah untuk mengobati kekangenan akan suasana Jogja. *muter lagunya ungu dalam album tribute to KLA*. Oh ya, dalam tiap kalengnya sudah lengkap ada krecek dan satu butir telur rebus lho



Kemasan ini bertahan sampai satu tahun. Cukup IDR 20.000,- saja, anda bisa memboyongnya untuk dibawa pulang. Untuk setiap pembelian dua kaleng, akan ditambah pengepakan dalam anyaman rotan yang unyu..hehe



Untuk menikmatinya, tinggal panaskan saja gudegnya selama lima menit..siap santap. Hmm, mungkin produk ini kalau sudah berkembang dan meluas, bisa seperti cerita dalam iklan mie instan yang kenamaan itu... dimana seorang mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di salah satu negara Eropa rela menjelajah negara tetangganya demi melepaskan dahaganya akan kerinduan produk kuliner Indonesia :)


btw..saya belajar vocabulary baru lho, ketika iseng membaca bahan-bahan komposisi isi kaleng:


Nangka muda : Young Jackfruit

Telur Bebek : Duck Egg

Ayam Kampung : Native Chicken

Air : Water

Krecek : Skin Buffalo In Process... what the???

Kacang Tholo : Tholo Bean

Bawang Merah : Red Onion

Bawang Putih : Garlic

Kemiri : Candle nut

Cabe merah keriting : Chili

Kelapa : coconut

Lengkuas : Galangale

Garam : Salt

Sereh : Lemongrass

Ketumbar : Coriander

Gula Merah : Java Sugar

Daun Jeruk : Citrus Leaves

Daun salam : Bay leaf


Lokasi : Gudeg Bu Tjitro, Jalan Adisucipto seberang Bandar Udara Adisucipto Km.9 Yogyakarta (dari bandara tinggal ngesot aja)



atau klik saja di blognya :


Minggu, 03 April 2011

An Oriental Evening at Teluk Betung


Vihara Thay Hin Bio


Weekend di awal April ini saya habiskan dengan jalan-jalan di Bandar Lampung. berhubung teman dari Bengkulu mau hunting buah tangan khas Lampung, meluncurlah kami di daerah Teluk Betung. Tepatnya Jalan Ikan Kakap yang terkenal dengan toko ini


Jalan tersebut memang penuh dengan berbagai toko atau outlet oleh-oleh khususnya penganan khas Lampung. Berhubung sang toko legendaris lagi rame-rame nya sama pelancong dan terlihat penuh sesak, membuat malas masuk dan beralihlah ke toko sebelah..tepatnya Outlet Suseno.. outlet ini juga menjagokan kripik pisang berbagai rasa sebagai andalan jualannya. Untuk rasa sih sama aja dengan berbagai merk lainnya.. tapi ada satu rasa yang baru bagi saya.. rasa Kopi. Kalau tidak sedang sekalian jalan-jalan, saya pribadi lebih sering membeli produk keripik pisang rumahan dekat tempat tinggal.







Di antara jejeran toko, terdapat bangunan yang mencolok dibanding sekitarnya, ya...kelenteng atau tempat peribadatan bagi warga Budha. Jadi kalau anda mau berfoto ria dengan latar belakang khas oriental, tak perlulah anda keluar biaya mahal2 ke negeri China..haha (Tapi menuntut Ilmu boleh lho...malah dianjurkan sampai negeri China kan? )



Sebenarnya agak ragu juga awalnya untuk jeprat jepret... tapi penjaga di sana sangat baik dan bahkan dengan murah senyum mempersilahkan kami untuk masuk sampai ke dalam bangunan..





Di dalam bangunan terdapat berbagai detil-detil ragam hias khas kebudayaan negeri Tiongkok yang sangat mengandalkan merah mencolok sebagai dominasi warna. warna warni lain juga tak kalah ramai bertaburan dari Atap, lampion, sampai teralis jendela. Bahkan sampai tiang pun tak luput dari kreatifitas seniman jempolan. Keunikan dan keindahan Ragam budaya China memang selalu berhasil menghipnotis saya untuk mengabadikannya dalam memori kamera dan itu juga terjadi dalam beberapa kesempatan pada perjalanan sebelumnya..





Hanya satu sayangnya...bau asap dupa yang kuat tercium selalu membuat saya tidak bisa terlalu berlama-lama menikmati keindahan tempat peribadatan ini. tapi yang pasti bentuk Naga dari berbagai detil adalah favorit saya.. kuatnya naga dalam kebudayaan China memang legendaris.. Contoh gampang dan yang saya tahu : dalam animasi Disney Mulan sampai kartun Dragon Ball pun, sang naga punya peranan penting..*minimnya pengetahuan tentang naga dalam kebudayaan China..he he..






PEMPEK NORI



Tahu pempek pastinya kan? ya... Orang mengenalnya sebagai makanan khas Palembang. Di Lampung sendiri, Pempek bisa ditemukan di berbagai sudut kota. dari Merk terkenal Seperti Pak Raden sampai olahan rumahan dan jualan keliling di SD-SD.


Olahan ikan -biasanya belida atau gabus- dan Sagu yang konon dulunya diperkenalkan oleh seorang Apek (lelaki tua keturunan China) pada abad 16 di tepi Sungai Musi..karena dijual oleh Apek-apek, maka dikenal dengan sebutan pempek..




Di depan kelenteng tadi, masih di jalan yang sama terdapat Rumah Makan kecil jualan Pempek...Pempek Nori. Apa sih istimewanya? kebetulan beberapa hari sebelumnya sempat lihat di Trans7 acara Wara-Wiri nya Adul dan Komeng..jadi begitu liat namanya, kayaknya kudu dicoba nih..


Yang istimewa dari Pempek Nori ini selain menyediakan Pempek standar seperti di warung lain, juga terdapat varian isi yang layak dicoba: Pempek Keju, Pempek Pepaya, Pempek Udang, Pempek Sosis, dan Pempek Telur..


Rasa Pempeknya enak..pas dan terasa ikannya.. berbagai varian isinya menambah nilai lebih.. cuko nya (saus berwarna hitam kecoklatan) pun pas.. tidak pedas banget tapi juga tidak terlalu manis. sayangnya belum mencoba yang isi pepaya...sudah sold out untuk hari itu katanya...harganya pun cukup bersahabat, satu pempek lenjer varian isi dihargai IDR.2.500,-



Jumat, 23 Juli 2010

LIWA - KRUI - RANAU

1. LIWA KOTA BERBUNGA

Beginilah nasib kerja di kantor yang wilayah kerjanya segede gaban.. musti menempuh perjalanan yang jauh tiap mengadakan kunjungan dinas..

Kali ini kota Liwa yang menjadi tujuan. Kota yang berjarak tempuh sekitar 5-6 jam dengan kendaraan pribadi dari Bandar Lampung mempunyai pesona misterius tersendiri.

Misterius? ya... dijamin bikin anda menggigil kedinginan kalo mencoba mandi tengah malam..hehe

Liwa sebuah kota yang terletak di Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Liwa merupakan kota yang cukup dingin, pada malam hari tulang bisa linu kalau belum terbiasa..saya sendiri membuktikannya dengan tidak mandi dua hari *nyaripembenaran *dasarnya males. Dan lari pagi sambil make jaket..

Lari pagi? ya.. aktivitas ini terpaksa dilakukan karena seorang teman bersikukuh mau ngambil ATM sambil berjalan kaki di pagi hari. Okelah...sambil berniat olahraga pagi dua tiga tujuan terlampaui. Kirain dekat dengan tempat menginap kami, ternyata sang Mesin ATM terletak cukup jauh di dekat pasar Liwa. Alhasil nasi uduk menjadi tujuan utama setelah Mesin ATM. balik ke tempat penginapan? naik Angkotlah..hahaha *Olahraga gagal *yang penting niat

Kota ini terletak di pegunungan dengan panorama alam yang indah. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan termasuk di wilayahnya. kalau mau menyepi sambil berlibur dan beristirahat Kota ini cocok sekali. Orang Belanda di masa kolonial dulu pun konon katanya sering menggunakan kota ini sebagai tempat berlibur. Suasana yang sepi sangat mendukung bagi yang ingin melepas kepenatan. Kotanya sendiri tertata rapi dan sangat bersih. Terlihat para petugas kebersihan pada pagi-pagi buta sudah rajin menjalankan aksinya. Benar-benar Salut..

Penduduk sekitar banyak yang menjadi petani kopi.. Rasanya kurang afdol tanpa membawanya ketika pulang. Saya pun menyempatkan membeli kopi bubuk pada si ibu penjual nasi uduk. Untuk satu kilogram, anda hanya cukup mengeluarkan IDR 35.000 saja.



Sebelum memasuki pusat Kota Liwa, dari arah Kotabumi anda akan langsung disambut dengan bangunan megah beraksitetur modern yang sangat mencolok di kejauhan. Ya bangunan itu adalah Islamic Centre. Cobalah berhenti sejenak sambil beristirahat sembari menikmati kesyahduan beribadah di sini.



Apa sih yang menjadi kuliner khas kota ini?.. Entahlah... yang pasti sih teman saya merekomendasikan Sate ikan Tuhuk..
ikan tuhuk atau blue Marlin adalah ikan khas Krui..rasanya? hm..mirip2 daging ayam. Pilihan yang lain adalah ikan kerapu bumbu kuning..rasa kunyit sangat terasa di lidah.


Lampung memang terkenal dengan kopinya, tapi khusus di Liwa terdapat kopi yang istimewa..Kopi yang terkenal paling mahal di dunia dan dijadikan souvenir oleh presiden SBY untuk diberikan ke PM negeri Jiran. Kopi ini juga dijadikan perdebatan tentang halal haramnya oleh Masyarakat. (FYI : MUI telah mengeluarkan fatwa halal lho tentang kopi ini..hohoho jadi gak rugi deh beli)

Ya...nama kopinya : KOPI LUWAK.

Disambut dengan keramahan sang bapak penjual sekaligus produsen Kopi luwak, saya dan rekan diajak ke belakang rumah untuk melihat sang luwak.. haha ternyata si binatang primadona ini memakan kopi dan memrosesnya dalam pencernakan hingga keluarlah biji kopi bersama sisa pencernakan yang lainnya aka you know lah...ketika buang hajat..Nah biji kopi inilah yang bakal diproses menjadi kopi bubuk yang katanya rasanya paling nikmat itu.






Rasa kopinya kayak apa sih? hm.. gimana ya....Rasanya di lidah begitu bergelora. di ujung lidah akan terasa tebel kemudian teguklah sedikit demi sedikit. si kopi akan tertahan di tenggorokan selama beberapa waktu dan memberikan sensasi merem melek nikmat luar biasa hingga menjadikan anda menggelinjang..hahaha itu versi bapak penjualnya ye (jadi penasaran sama si bapak. belajar marketing ama bahasa pemasaran dimana..)

Kalau pendapat saya pribadi sih rasanya emang lumayan enak..agak asem2 gimana gitu *waduh *namanya juga keluar dari satu sumber..^^

Untuk urusan harga memang relatif mahal dibanding kopi biasa. Tapi belum semahal apabila sudah disajikan di Gerai2 Mall kelas elite di Jakarta.

2. MENDUNG DI KRUI

Ini adalah kesempatan kedua saya ke pantai sepanjang pesisir krui. Kalau dulu via Kota Agung dari Bandar Lampung, sekarang via Kotabumi - Bukit Kemuning - Liwa. Melewati jalanan berkelok2 di tengah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan..anda akan dimanjakan mata dengan hijaunya pemandangan..

Sayangnya mengejar sunset tinggal keinginan..Mendung di langit menutup sang surya untuk menyemburatkan sinar jingganya.














3. TERHANYUT DI RANAU


Danau terbesar kedua di Pulau Sumatera ini terletak di perbatasan Lampung Utara dan kabupaten Ogan Kemering Ulu Selatan Propinsi Sumatera Selatan. Terdapat Wisma2 kecil apabila anda ingin menghabiskan waktu bermalam di sana

Tempat yang cocok bagi anda yang membutuhkan inspirasi. Kurangnya sarana pendukung dan promosi menjadikan danau ini bagai mutiara terpendam di Sumatera.


Kamis, 05 November 2009

PESTA DUREN LAMPUNG



sang buah simalakama...



bargaining moment....





with duren maniak

Wueh.... pesta duren di Lampung telah tiba. Jadi antara bulan Oktober sampai dengan Januari yang merupakan puncak Musim Duren...(ini menurut penjualnya lho..) anda dapat dengan mudah menemui penjual duren di kanan kiri jalan umum...

Sebenarnya pusat jualan di Lampung terdapat di Jalan Raden Imba Kusuma atau Jalan Way Halim Bandar Lampung. Bahkan di daerah sana yang bernama kawasan Sukadanaham berdiri tegak tugu Durian...Hm..Berhubung saya tinggal di Metro, anda dapat menemui sang penjual buah simalakama ini di Jl Jend Soedirman dari abis Ashar sampai dengan tengah malam. Simalakama? ya karena sejak kecil saya sekeluarga aman-aman saja menikmatinya, sementara tetangga di sebelah yang kebetulan juga Bude saya beserta keluarganya sangat antipati dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan duren. Ibarat kata dibayar untuk makan aja ogah...jadi kami kalo abis pesta duren, pasti bersibuk ria membuang kulitnya jauh2 minimal 10 km dari rumah kami..he..he..he....(okay...itu lebay... yg bener 2 km ding ^^V )

Saya sendiri sebenernya gak begitu hobi dengan duren...karena ada 2 temen kosan yang sering banget gerilya malam cari duren, akhirnya tergiur juga untuk ikut... Kedua temen saya ini kayaknya gak bosen deh dengan yang namanya duren. Terbukti selain sering gerilya malem cari duren, ketika mudik lebaran kmaren mereka mau bersusah payah bawa duren.. hah? nenteng duren tajem2 gitu masuk pesawat? bisa lulus sensor di bandara ya....untungnya cara bawa mereka tidak seperti dalam bayangan bego saya. Cukup dengan tupperware, beberapa gelondong duren aman dan selamat sentosa sampai Semarang atau Jember..he..he..Berarti isinya doang neeh...Padahal kan sensasi makan duren ada waktu membelahnya ya..hi..hi..hi dezigh....

Akhirnya malem ini jadilah kami ber4 mulai bergerilya....setelah nemuin tempat yang kami rasa tepat, mulailah kami menawar...satu buah duren dipatok di harga Rp.10.000,-...kalo pas lagi musim2nya bisa 5000an lho...(ngiler dot com deh buat yang hobi..) Setelah ditawar jadi 25ooo untuk tiga buah... (kayaknya bawa nyokap pasti sangat berguna dengan segala bargaining powernya..he..he maklum beliau orang pasar).

Sambil ditemenin lagu "Belah Duren" nya Jupe di Ipod (Kalo ditanya orang bilang aja lagi denger "3" nya Britney..mirip kan? --sambil nglirik s**n*o--) kami sibuk makan isi duren yang berwarna kuning tembaga itu...Untuk rasanya sih kayaknya untung2an deh ada yang pas banget manisnya ada yang tidak tergantung pinter2nya kita milih...Yah kata temen sih emang gitu kalo beli di jalanan karena biasanya yang bagus2 udah dibooking di supermarket...(Nah lho bisa dibooking? ya...bahkan bagi petani duren, bisa menentukan bagus tidaknya buah durian selagi masih di pohonnya..selain itu curah hujan juga pengaruh bagi pohon duren karena bunga duren bisa rontok kalo kebanyakan ujan jadi produksi menurun--masih menurut tetangganya Zainal yang kebetulan juragan Duren--)...Tapi gak selalu begitu juga deh. Menurut si Indra (memang nama sebenarnya...sang maniak duren:p ) tergantung penjualnya karena dia punya langganan yang pasti manis dengan duren pilihannya walopun lebih mahal dikit....sayangnya malem itu sang penjual lagi gak jualan...

Oh iya....iseng2 saya bertanya ke penjualnya.. "Ini duren jenis apa bu?" dengan entengnya dia menjawab"ya duren Lampung...tapi asalnya dari Bengkulu..."(???)

okelah.. lupakan kebingungan saya yang penting saya bisa mendeskripsikan duren yang kami nikmati malem itu: kecil, tapi buahnya tebal kekuningan dengan biji yang kecil. Rasanya manis...hm...nanti deh kalo saya sudah expert dengan duren jenis lain seperti monthong, duren bengkulu, duren petruk, duren sunan atau duren bangkok pasti dengan detail saya bisa beritahu bedanya...he..he..

Akhirnya setelah puas pesta, kami mengikat duren di motor untuk dibawa pulang sesuai pesenan Mamak aka ''Landlord'' kami...



Minggu, 01 November 2009

KAMPOENG BAMBOE



Bagi yang tinggal atau kebetulan sedang singgah di Bandar Lampung, ada rumah makan yang layak dicoba..namanya Kampoeng Bamboe..(yak betul...dengan ejaan lama :) )

Tepatnya di Jl. Griya Utama No 57 Way Halim Permai Bandar Lampung..Letaknya sih agak masuk ke dalam komplek perumahan...tapi masih gampang dilacak. Asal ada orang di pinggir jalan...tanya aja deh..kayaknya lumayan terkenal, terbukti dengan sekali bertanya pada kios koran pinggir jalan (sekalian beli holy book... :baca cinemags:...^^v ) lokasi sudah di depan mata. 704455 adalah sederetan angka yang bisa dipencet di nexian berry kamu apabila ingin booking tempat...




Dengan pramusaji yang ramah ala senyum Singapore airlines... berpakaian poloshirt merah (mirip pegawai KFC gitu...) siap melayani dan mengantar anda ke berbagai tipe bilik makan yang telah tersedia...(ada Teratai, flamboyan, melati, dahlia, cempaka, sakura dan anggrek..hm jadi inget tipe2 ruang di RS Mardi Waluyo...he..he..he)





Suasana sejuk kehijauan menyegarkan mata anda...apalagi lagu2 top 80's kayak lagunya Lionel Ritchie, George Michael, Whitney Houston...hingga Kokoronotomo mengiringi kami ke meja peraduan perut..(waktu itu hari sabtu sih, coba aja di hari lain...mungkin ada hari Band Lampung, hari campur sari, atau hari slow rock ala lagu Isabella nya Search...he..he asal gak ada disko pantura atau pop tarling aja ya...berasa gaul ama supir2 truk :p )



Bilik yang bersih dengan tatami bujursangkar coklat menjadi pilihan kami (gampanya sih lesehan gitu...Tipenya kalau gak flamboyan ya teratai deh...)



Untuk pilihan menu makanannya sih bermacam2 berbagai macam olahan laut seperti kepiting, udang, bawal ikan ayam /kambing (penasaran kan dengan namanya..hm..rasanya kayak daging ayam atau kambing gitu..jadi bukan bentuknya..he..he) atau olahan ayam seperti ayam penyet cabe ijo bakar, ayam kalasan atau chicken steak ada di sini. Selain itu puluhan menu lain kayak gurame, sapi lada hitam atau karedok dll mampu membikin bingung orang yang pesan.

Minumannya sendiri sih macem2 juga. Es cincau lidah buaya, es mega mendung atau berbagai pilihan juice seperti Blimbing/Timun atau Snow white juice patut dicoba. bahkan bandrek atau wedang jahe sampai teh poci gula batu ada di sini.

Review dari Tim ahli "Pemburu Kenikmatan" dari metro:
  1. Untuk suasana sih oke ya...bersih, teduh, syahdu...cocok deh buat event2 tertentu..:). Untuk keluarga yang punya anak kecil ada ayunan dan alat2 permainan warna-warni.
  2. Karena kami menganut "Rasa adalah segalanya"....makanan di sini apabila dibandingkan dengan resto sejenis di Bandar Lampung seperti GM atau RK gak kalah deh...bahkan kami memuji bumbu Kepiting Saus Padang atau segarnya Lidah buaya.
  3. Last but not Least is "The Price" (Paling Penting deh kayaknya)...affordable abis. Bahkan bagi kami yang "Kalo ada undangan makan2 gratis apalagi di resto jangan ditolak" minded, merasa worthy makan di sini
  4. Tapi kami cukup menunggu lama lho makan disini..entah deh apa karena kami terlalu pagi datengnya mengingat suasana masih sepi atau waktu pesen gak bilang "Gak pake lama ya Jeung..."---ibu2 arisan mode on---. Sampai2 waktu makanan dateng langsung diserbu dan lupa untuk didokumentasikan.
  5. Over all....patut dicoba...



Tim ''Pemburu Kenikmatan'' yang kelaparan...^^